15 LSM Global Boikot Kamp Pengungsi untuk Rohingya di Myanmar

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak pengungsi Rohingya dibawa untuk diperiksa kemungkinan tanda malnutrisi di pusat Perlawanan Terhadap Kelaparan di kamp Kutupalong, Cox's Bazar, Bangladesh,  7 Desember 2017. REUTERS/Damir Sagolj

    Anak-anak pengungsi Rohingya dibawa untuk diperiksa kemungkinan tanda malnutrisi di pusat Perlawanan Terhadap Kelaparan di kamp Kutupalong, Cox's Bazar, Bangladesh, 7 Desember 2017. REUTERS/Damir Sagolj

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak lima belas lembaga bantuan kemanusiaan internasional menyatakan bakal memboikot lokasi kamp pengungsi yang diusulkan pemerintah Myanmar untuk warga etnis Rohingya yang kembali ke negara itu.

    Mereka mendesak warga etnis Rohingya dikembalikan ke desa-desa mereka di negara bagian Rakhine, di sebelah utara Myanmar. "Tidak boleh ada bentuk-bentuk kamp atau pemukiman tertutup," begitu pernyataan bersama 15 lembaga ini dalam rilis yang disiarkan media SBS, Senin, 11 Desember 2017. "Lembaga non-pemerintah internasional tidak akan mau beroperasi di kamp pengungsi yang mereka (pemerintah Myanmar) buat seperti itu."

     Baca: Bangladesh Siapkan Pulau Khusus untuk Muslim Rohingya

     Lembaga-lembaga non-pemerintah ini seperti Save The Children, CARE, Oxfam, dan World Vision. Mereka mendesak lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa seperti UN High Commissioner for Refugess untuk mengambil peran terdepan dalam proses pemulangan para pengungsi warga etnis Rohingya dari Bangladesh.

     Baca: Paus Fransiskus Berkunjung ke Myanmar Temui Rohingya dan Suu Kyi

     Warga etnis Rohingya melakukan pengungsian besar-besaran ke Bangladesh setelah diserang militer Myanmar dan milisi Budha garis keras pada pertengahan Agustus 2017. Saat itu militer Myanmar dan milisi beralasan sedang mengejar kelompok bersenjata Arakan Rohingya Salvation Army, yang menyerang pos-pos polisi dan militer.

    Namun, militer Myanmar dan milisi malah menyerang penduduk etnis Rohingya di rumah-rumah di desa mereka. Mereka menembaki, memukuli hingga melakukan pembakaran rumah serta ladang milik etnis Rohingya. Sejumlah saksi mengatakan para tentara Myanmar juga melakukan pemerkosaan dan pembakaran korban sipil etnis Rohingya yang tewas untuk menghilangkan jejak. PBB menyebut ini sebagai pembersihan etnis.

    Saat ini ada sekitar 650 ribu warga etnis Rohingya yang menyelamatkan diri ke perbatasan Bangladesh yaitu daerah Cox Bazar. Sebagian mereka bertemu dengan Paus sekitar dua pekan lalu. Paus mendoakan mereka dan mengecam orang-orang yang melakukan kejahatan kemanusiaan terhadap etnis Rohingya.

    Pada saat yang sama, bantuan dana kemanusiaan dari Hong Kong terus mengalir untuk para pengungsi Myanmar. Koordinator Respon Darurat UNHCR, Joung-ah Ghedini-William, mengatakan total sumbangan telah mencapai sekitar Rp9 miliar. "Donasi ini melebihi sumbangan dari banyak negara Eropa yang selama ini kerap menyumbang," kata dia.

    SBS | REUTERS | SCMP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.