Menonton Voli di Iran, Wanita Inggris Dibui

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kampanye pembebasan Ghoncheh Ghavami, wanita berdarah Inggris-Iran yang dipenjara karena menonton pertandingan bola voli pria di Tehran. Facebook.com

    Kampanye pembebasan Ghoncheh Ghavami, wanita berdarah Inggris-Iran yang dipenjara karena menonton pertandingan bola voli pria di Tehran. Facebook.com

    TEMPO.CO, Teheran - Ghoncheh Ghavami, 25 tahun, wanita berdarah Inggris-Iran dipenjara di Tehran. Laporan dari Independent, dia dibui bersama beberapa wanita lainnya karena menyaksikan pertandingan voli pria antara tim nasional Iran dan timnas Italia di Stadion Azadi, Teheran.

    Seperti dilansir Al Arabiya, Kamis, 11 September 2014, Ghavami telah bersiap untuk pembebasannya setelah dua bulan ditahan. Namun sekarang dia malah dipindahkan ke penjara Ervin. Penjara Ervin dikenal sebagai bui untuk tahanan politik yang rawan penyiksaan.

    Amnesti internasional mengatakan Ghavami telah ditahan di penjara Evin sejak 30 Juni 2014. Dia berada di sel isolasi tanpa akses untuk bertemu dengan pengacaranya. Dia ditahan karena terlibat dalam aksi damai memprotes larangan perempuan menyaksikan pertandingan voli dunia di Stadion Azadi.

    "Kami tidak bisa terima kejadian ini," kata saudara laki-laki Ghavami, Iman Ghavami, 28 tahun, kepada ITV News. Iman saat ini sedang belajar di London, dan dia adalah pengacara.

    Sementara itu, kepala polisi Iran, Esmail Ahmadi Moghadam, menuturkan kepada kantor berita The Fars, dalam kondisi saat ini, laki-laki dan perempuan tidak bisa berada dalam stadion yang sama untuk kepentingan umum. Sejak revolusi Islam tahun 1979, para perempuan Iran dilarang menonton langsung acara olahraga laki-laki.

    AL ARABIYA | VIQIANSAH DENNIS

    Topik terhangat:

    Koalisi Jokowi-JK | Ahok dan Gerindra | Pilkada oleh DPRD | Haji 2014

    Berita terpopuler lainnya:
    Adem Sari, Ini Nama Pemain Bola Ganteng Asal Turki
    iPhone 6 Cuma Rp 2,3 Juta di Amerika
    Norman Kamaru, dari Artis Kini Jadi Tukang Bubur
    Jokowi Janji Akan Cukur Biaya Rapat Rp 18 Triliun



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?