Cina Tawarkan Rp 958,6 Juta bagi Pengungkap Intelijen Asing

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Uang Yuan pecahan 10.000-500.000. Getty Images

    Uang Yuan pecahan 10.000-500.000. Getty Images

    TEMPO.CO, Beijing – Pemerintah ibu kota Cina menawarkan hadiah uang tunai yang cukup besar bagi siapa saja yang memiliki informasi tentang adanya aktivitas mata-mata asing di Beijing.

    Warga Beijing bisa mendapatkan hingga 500 ribu yuan atau setara Rp 958,6 juta hanya dengan membocorkan informasi tentang adanya aktivitas intelijen asing.

    Meminta kerja sama warga sipil untuk mengungkap informasi mengenai intelijen asing telah diterapkan Beijing sejak tahun lalu, tapi belum cukup efektif.

    Baca: Intelijen Korea Utara di Indonesia Disebut Berkedok Restoran

    Dalam peraturan baru ini, pemerintah mengatakan warga dapat memberikan informasi melalui hotline yang diluncurkan tahun lalu, secara pribadi, atau melalui pos.

    Agar lebih menarik, Biro Keamanan Nasional Kota Beijing mendorong warga bergabung dengan kontra-intelijen, dengan menawarkan imbalan 10-500 ribu yuan untuk informasi tentang mata-mata.

    Seperti dilansir BBC, Senin, 10 April 2017, hadiah diberikan dengan melihat bagaimana seseorang berhasil mencegah atau menghentikan aktivitas spionase dan membongkar kasus spionase.

    Sejak menjabat pada 2013, Presiden Xi Jinping telah membuat undang-undang dan kampanye untuk mengamankan keamanan nasional Cina terhadap ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri. Salah satunya dengan memperkuat intelijen.

    Menanggapi kebijakan Presiden Xi, pejabat Kota Beijing mengatakan masyarakat harus membantu membangun tembok raksasa dalam memerangi kejahatan intelijen dan mata-mata asing.

    Baca: Dicurigai sebagai Intelijen, Model Rusia Ini Ditahan di Amerika

    April tahun lalu, Cina meluncurkan serangkaian peringatan terhadap spionase, mempublikasikan rincian kasus mata-mata di media pemerintah, dan menyoroti bagaimana hubungan romantis dapat digunakan untuk mengungkap informasi sensitif.

    Pihak berwenang mengatakan, sebagai jantung pemerintahan dan inovasi Cina, Beijing telah menjadi pilihan pertama agen mata-mata asing melaksanakan infiltrasi, perusakan, dan pencurian.

    Pihak berwenang mengatakan, pada Januari lalu, sekelompok nelayan di Provinsi Jiangsu menemukan sebuah obyek yang diidentifikasi bertuliskan kata-kata asing, dan menyerahkannya ke pihak berwenang.

    Polisi menemukan perangkat mata-mata yang mengumpulkan data tentang Cina dalam benda asing itu.

    REUTERS | BBC | YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.