Cina Blokir Whatsapp Menjelang Kongres Akbar Partai Komunis

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden China Xi Jinping saat pidato terkait kesepakatan kerja sama untuk memajukan energi terbarukan dan teknologi bersih selama jamuan makan malam di Seattle, Washington 22 September 2015. Ia juga dijadwalkan bertemu dengan Barack Obama. AP Photo/Ted S

    Presiden China Xi Jinping saat pidato terkait kesepakatan kerja sama untuk memajukan energi terbarukan dan teknologi bersih selama jamuan makan malam di Seattle, Washington 22 September 2015. Ia juga dijadwalkan bertemu dengan Barack Obama. AP Photo/Ted S

    TEMPO.CO, Jakarta - Cina telah memblokir WhatsApp untuk memperketat keamanan menjelang kongres akbar Partai Komunis ke 19  pada awal Oktober mendatang. Cina biasanya melakukan pengawasan super ketat setiap menyambut peristiwa besar.

    Seperti yang dilansir Channel News Asia pada 26 September 2017, pengguna aplikasi pesan WhatsApp di Cina telah melaporkan gangguan yang meluas dalam beberapa hari terakhir terhadap layanan milik Facebook itu.

    Baca: Wartawan Dilarang Bawa Pena Saat Liput Presiden Xi di Hong Kong  

    Namun pesan teks, panggilan suara dan panggilan video akan berfungsi kembali pada Selasa, 26 September 2017, meskipun pesan suara dan foto tidak bisa berfungsi.

    Masalah WhatsApp muncul menjelang kongres Partai Komunis pada 18 Oktober 2017, ketika Presiden Xi Jinping akan melanjutkan kekuasananya selama 5 tahun ke depan sebagai sekretaris jenderal partai. 

    Banyak pengguna WhatsApp mengeluhkan gangguan tersebut. Beberapa mencatat bahwa hal itu akan membuat sulit untuk bekerja dengan klien di luar negeri.

    "Facebook, Twitter, Gmail, Viber diblokir sebelumnya. Sekarang bahkan WhatsApp diblokir. Ini akan mengurangi efisiensi industri perdagangan luar negeri," tulis seseorang di Weibo, situs jejaring sosial Cina.

    "Saya bisa hidup tanpa yang lain (aplikasi), tapi menghalangi WhatsApp membuat saya gila," kata seorang netizen.

    Baca: Cina Ingin Cara Deng Xiaoping Diterapkan di Laut Cina Selatan

    Masih belum jelas apakah pemblokiran itu bersifat sementara atau permanen. Sejauh ini pihak manajemen WhatsApp belum memberikan tanggapan terkait pemblokiran tersebut.

    WhatsApp menyediakan teknologi enkripsi pesan yang sepertinya tidak menyenangkan otoritas Cina yang memantau dan membatasi dunia maya melalui sistem yang disebut Great Firewall. Whatsapp menggunakan end-to-end encryption yang membuat pemerintah Cina tak bisa melihat isi pesan yang dikirimkan antar pengguna.

    Cina telah memperketat kepolisian online tahun ini dengan memberlakukan peraturan baru yang mewajibkan perusahaan teknologi untuk menyimpan data pengguna di dalam negeri serta pembatasan konten yang diizinkan. Situs web seperti Facebook, Twitter dan sejumlah media asing telah diblokir sejak beberapa tahun lalu. Dan pemblokiran Whatsapp merupakan langkah terbaru Cina. 

    CHANNEL NEWS ASIA|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.