Zaman, Koran Terbesar Turki Dibeslah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan pengamanan presiden menggiring seorang pria bernama Vezir Catras, yang hendak melompat dari jembatan Bosphorus saat iring-iringan Presiden Tayyip Erdogan melintas di Istanbul, Turki, 26 Desember 2015. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan lalu menasihati pria tersebut dan mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Yasin Bulbul/Presidential Press Service Pool via AP

    Pasukan pengamanan presiden menggiring seorang pria bernama Vezir Catras, yang hendak melompat dari jembatan Bosphorus saat iring-iringan Presiden Tayyip Erdogan melintas di Istanbul, Turki, 26 Desember 2015. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan lalu menasihati pria tersebut dan mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Yasin Bulbul/Presidential Press Service Pool via AP

    TEMPO.CO, Ankara - Kelompok hak asasi dan aktivis media memuntahkan kritik kepada pemerintah Turki setelah otoritas negeri itu membeslah Zaman, koran terbesar di negara tersebut. Zaman, media massa yang dikaitkan dengan gerakan pemimpin ulama Fetullah Gulen, memiliki pengaruh kuat melawan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

    Kantor berita pemerintah, Anadolu, dalam laporannya, Jumat, 4 Maret 2016, menyebutkan pihak berwenang mendapatkan perintah dari pengadilan untuk memberangus Zaman sebagaimana permintaan jaksa Istanbul. Namun pemerintah tidak bersedia memberikan tanggapan atas laporan tersebut.

    Jaksa menuduh koran itu beserta para pendukungnya memberikan dukungan terhadap apa yang mereka sebut "organisasi teroris Fethullahis atau struktur negara paralel (FETO/PDY), sebuah organisasi yang dipimpin oleh Gulen.

    Pemberangusan terhadap Zaman berlangsung beberapa jam setelah polisi menahan pengusaha yang dituding mendanai operasional koran ini. "Jaksa menuduh loyalis Gulen adalah kaum teroris," tulis Anadolu dalam laporannya.

    Adapun Erdogan menuduh Gulen sedang berkonspirasi menjatuhkan pemerintahannya melalui jalan membangun jaringan pendukungnya di pengadilan, kepolisian, dan media. Gulen menolak segala tudingan tersebut.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.