Dua Tentara Prancis Tewas Akibat Ledakan di Mali

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tentara Prancis menggunakan teropongnya dari sebuah menara pengawas di Relay Desert Platform Camp (PfDR) di Ansongo, Mali, 15 Oktober 2017. REUTERS

    Seorang tentara Prancis menggunakan teropongnya dari sebuah menara pengawas di Relay Desert Platform Camp (PfDR) di Ansongo, Mali, 15 Oktober 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, - Kantor Kepresidenan Prancis mengatakan dua tentara mereka tewas di Mali pada Sabtu kemarin setelah alat peledak buatan (IED) menghantam kendaraan mereka. Ledakan terjadi pads Sabtu malam di wilayah timur Mali, Menaka.

    "Sersan Yvonne Huynh dan Brigadir Loic Risser tewas dalam misi intelijen di daerah itu," kata pernyataan Kantor Kepresidenan dikutip dari Aljazeera, Ahad, 3 Januari 2020.

    Satu tentara Prancis lain menderita luka namun tidak sampai mengancam jiwanya.

    Ini adalah kedua kalinya tentara Prancis terbunuh di Mali dalam sepekan terakhir.

    Pada 29 Desember, tiga tentara Prancis tewas setelah kendaraan lapis baja mereka menabrak IED di daerah Hombori di provinsi Mopti tengah Mali.

    Kelompok yang terkait dengan Al-Qaeda Group to Support Islam and Muslims (GSIM) mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh platform propagandanya, Al-Zallaqa.

    Prancis memiliki lebih dari 5 ribu tentara yang dikerahkan di Afrika Barat.

    Lusinan tentara Prancis telah tewas di Mali sejak Prancis pertama kali melakukan intervensi militer pada Januari 2013 untuk membantu mengusir para pejuang yang telah menguasai beberapa bagian negara itu.

    ALJAZEERA

    https://www.aljazeera.com/news/2021/1/2/two-french-soldiers-killed-in-mali-french-presidency


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bersiap di Kala Bencana Melanda, Siapkan Tas Siaga

    Untuk memaksimalkan mitigasi bencana, setiap keluarga diharuskan memiliki tas siaga. Apa itu tas siaga? Berikut cara menyiapkannya.