Ribuan Warga Spanyol Tolak Referendum Catalonia Merdeka

Bendera pro-kemerdekaan "estelada" dilambaikan saat pendukung kemerdekaan Catalonian berkumpul si Barcelona, Spanyol, 27 September 2015. AP/Emilio Morenatti

TEMPO.CO, Jakarta - Ribuan warga Spanyol di Madrid menolak referendum yang akan digelar masyarakat Catalonia untuk merdeka dari Spanyol pada Ahad, 1 Oktober 2017.

Di bawah slogan " Referendum untuk Semua Orang" Hazte Oir, sebuah organisasi yang memiliki tujuan mempromosikan demokrasi untuk publik, mengajukan pertanyaan kepada masyarakat, apakah mereka menginginkan Catalonia berpisah dari Spanyol.

Pemimpin organisasi ini, Ignacio Arsuaga, mengatakan, "Warga Madrid akan melakukan pemungutan suara, sepertinya mereka menolak referendum yang digelar di Catalonia besok."

Baca: Ratusan Ribu Warga Catalonia Tuntut Merdeka dari Spanyol

Warga lainnya menerangkan, hampir semua orang memiliki alasan yang sama. "Kami datang kemari untuk memilih Spanyol bersatu," kata warga lokal, Juan.

"Kalian tidak bisa menghancurkan sejarah yang telah berlangsung 5 abad dan persatuan Spanyol. Anda tidak bisa merusaknya dalam waktu satu hari."

Pemerintah Spanyol menolak referendum kemerdekaan Catalonia yang dijadwalkan awal Oktober 2017. Namun otoritas Catalan mengatakan bahwa mereka akan mendeklaraasikan kemerdakaan dalam waktu 48 jam jika suara "Ya" menang.

Baca: Kubu Pro-Kemerdekaan Catalonia Menang Pemilu di Spanyol

Referendum kemerdekaan Catalonia disambut hangat oleh Barcelona. Untuk menunjukkan dukungannya itu, petani membawa traktor diarak di jalan-jalan Barcelona. Aksi mereka mendapatkan sambutan dari warga setempat dan para aktivis lingkungan, mahasiswa dan politikus.

Guna mencegah kerusuhan aksi para pendukung referendum Catalonia merdeka, pemerintah Spanyol menurunkan ribuan polisi. Sebagaimana diberitakan Radio Australia, para penegak hukum itu melakukan patroli di jalan-jalan Barcelona untuk mengamankan kota. "Barcelona sebagai salah satu kota terbesar destinasi wisata di Eropa saat ini seperti menjadi zona perang," Radio Australia melaporkan.

EURONEWS | ABC RADIO AUSTRALIA | CHOIRUL AMINUDDIN






Pengadilan Spanyol Minta 2 Tokoh Kemerdekaan Catalonia Ditahan

17 Oktober 2017

Pengadilan Spanyol Minta 2 Tokoh Kemerdekaan Catalonia Ditahan

Pengadilan Spanyol memerintahkan 2 tokoh organisasi terbesar pendukung kemerdekaan Catalonia ditahan tanpa jaminan.


Spanyol Ultimatum Catalonia Batalkan Kemerdekaan Dalam 8 Hari

12 Oktober 2017

Spanyol Ultimatum Catalonia Batalkan Kemerdekaan Dalam 8 Hari

Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy mengultimatum pemerintah Catalonia membatalkan kemerdekaannya dalam tempo 8 hari.


Catalonia Batal Merdeka, Pilih Berdialog dengan Spanyol

11 Oktober 2017

Catalonia Batal Merdeka, Pilih Berdialog dengan Spanyol

Catalonia batal merdeka dari Spanyol, Carles Puigdemont memilih berdialog dengan Madrid.


Begini Mahkamah Agung Hadang Catalonia Merdeka dari Spanyol

6 Oktober 2017

Begini Mahkamah Agung Hadang Catalonia Merdeka dari Spanyol

Mahkamah Konstitusi Spanyol memerintahkan penangguhan rapat parlemen Catalonia untuk menghadang kemerdekaan sepihak.


Raja Spanyol Tuding Pemimpin Catalonia Hama Demokrasi

4 Oktober 2017

Raja Spanyol Tuding Pemimpin Catalonia Hama Demokrasi

Raja Spanyol tuding pemimpin Catalonia sebagai hama yang menggerogoti prinsip demokrasi.


Ditolak Spanyol, Catalonia Tetap Deklarasikan Kemerdekaan

3 Oktober 2017

Ditolak Spanyol, Catalonia Tetap Deklarasikan Kemerdekaan

Pemimpin Catalonia, Carles?Puigdemont?menegaskan dirinya akan mendeklarasikan Catalonia secara sepihak jika Spanyol menolak hasil referendum.


Perkenalkan, Carles Puigdemont Tokoh Kunci Kemerdekaan Catalonia

2 Oktober 2017

Perkenalkan, Carles Puigdemont Tokoh Kunci Kemerdekaan Catalonia

Carles Puigdemont merupakan tokoh kunci kemerdekaan Catalonia dari Spantyol.


3 Alasan Utama Catalonia Merdeka dari Spanyol

2 Oktober 2017

3 Alasan Utama Catalonia Merdeka dari Spanyol

Catalonia?adalah salah satu daerah terkaya di Spanyol, menyumbang 18,8 persen GDP Spanyol, dibandingkan dengan 17,6 persen dari Madrid.


Catalonia, Bergabung dengan Spanyol, Ditekan Militer, dan Merdeka

2 Oktober 2017

Catalonia, Bergabung dengan Spanyol, Ditekan Militer, dan Merdeka

Di bawah pemerintahan militer Spanyol, Franciscus Franco, budaya dan identitas Catalonia ditekan dan simbol-simbonya dilarang di publik.


Catalonia, Bergabung dengan Spanyol, Ditekan Militer, dan Merdeka

2 Oktober 2017

Catalonia, Bergabung dengan Spanyol, Ditekan Militer, dan Merdeka

Di bawah pemerintahan militer Spanyol, Franciscus Franco, budaya dan identitas Catalonia ditekan dan simbol-simbonya dilarang di publik.