Senin, 19 Februari 2018

Pengadilan Spanyol Minta 2 Tokoh Kemerdekaan Catalonia Ditahan

Reporter:

Terjemahan

Editor:

Maria Rita Hasugian

Selasa, 17 Oktober 2017 15:16 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengadilan Spanyol Minta 2 Tokoh Kemerdekaan Catalonia Ditahan

    Jordi Cuixart (L), pemimpin Omnium Cultural, dan Jordi Sanchez dari Majelis Nasional Catalan, tiba di Pengadilan Tinggi di Madrid, 16 Oktober 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Madrid - Pemerintah Spanyol semakin menggencarkan upaya untuk mematahkan keinginan Catalonia merdeka. Termasuk yang terbaru, Pengadilan Tinggi Madrid memberi isyarat untuk memenjarakan 2 tokoh  kemerdekaan Catalonia di Barcelona. 

    Dalam pemenjaraan pertama tokoh separatis senior sejak referendum kemerdekaan Catalonia 1 Oktober, pengadilan memerintahkan kepala Majelis Nasional Catalan (ANC) dan Omnium ditahan tanpa jaminan sambil menunggu penyelidikan atas dugaan penghasutan.

    Baca: Spanyol Ultimatum Catalonia Batalkan Kemerdekaan Dalam 8 Hari

    Jaksa mengatakan bahwa Jordi Sanchez dari ANC dan Jordol Cuixart dari Omnium memainkan peran sentral dalam mendalangi demonstrasi pro-kemerdekaan yang bulan lalu membuat polisi nasional terjebak dalam gedung di Barcelona dan kendaraan polisi rusak.

    Seperti yang dilansir Independent pada 16 Oktober 2017, jika terbukti bersalah, keduanya akan menjalani hukuman penjara hingga 10 tahun.

    Pemenjaraan 2 pemimpin lokal yang paling terkenal itu telah memicu kemarahan di kalangan gerakan pendukung kemerdekaan Catalonia yang selanjutnya meningkatkan ketegangan dalam krisis politik Spanyol yang berkepanjangan.

    Baca: Begini Mahkamah Agung Hadang Catalonia Merdeka dari Spanyol

    Sekitar 200 orang berbondong-bondong ke markas besar pemerintah Catalan di Barcelona dalam demonstrasi damai untuk kedua pemimpin organisasi tersebut, dengan beberapa orang melantunkan "Freedom" dan melambaikan spanduk "Demokrasi" .

    ANC, yang telah mengorganisir demonstrasi ratusan ribu orang di masa lalu, menyerukan demonstrasi damai berlanjut di sekitar Catalonia pada Selasa, 17 Oktober 2017.

    Presiden daerah Catalonia, Carles Puigdemont juga telah mengomentari penahanan itu di Twitter.

    "Spanyol memenjarakan para pemimpin masyarakat Catalonia karena mengorganisir demonstrasi damai. Sayang, kita memiliki tahanan politik lagi,  " kata Puigdemont.

    Baca: Raja Spanyol Tuding Pemimpin Catalonia Hama Demokrasi

    Pengadilan Tinggi juga melarang kepala polisi Catalan, Josep Lluis Trapero, untuk meninggalkan Spanyol dan telah meyita paspornya saat dia diselidiki atas kejadian yang sama, meski tidak memerintahkan penangkapannya.

    Trapero adalah pahlawan bagi pendukung kemerdekaan Catalonia setelah pasukannya mengambil sikap yang jauh lebih lembut daripada polisi nasional dalam memberlakukan larangan referendum. Jaksa mengatakan dia gagal memberikan perintah untuk menyelamatkan polisi nasional yang terjebak di dalam gedung Barcelona.

    Kampanye pemerintah Catalonia untuk melepaskan diri dari Spanyol telah membawa negara tersebut ke dalam krisis politik terburuk sejak usaha kudeta yang gagal pada tahun 1981. 

    REUTERS|INDEPENDENT|YON DEMA


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Diet: Makanan Penurun Berat Badan

    Makanan yang kaya serat, protein dan vitamin cocok bagi orang yang sedang diet.