Ratusan Ribu Warga Catalonia Tuntut Merdeka dari Spanyol  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Demokrat Konvergensi Catalonia Artur Mas (kiri),  dan Oriol Junqueras, presiden partai Esquerra Republicana de Catalunya di depan pendukungnya di Barcelona, Spanyol, 27 September 2015. AP/Manu Fernandez

    Presiden Demokrat Konvergensi Catalonia Artur Mas (kiri), dan Oriol Junqueras, presiden partai Esquerra Republicana de Catalunya di depan pendukungnya di Barcelona, Spanyol, 27 September 2015. AP/Manu Fernandez

    TEMPO.CO, Barcelona - Sekitar 800 ribu warga Catalonia turun ke jalan-jalan di lima kota di Spanyol untuk menuntut percepatan proses kemerdekaan Catalonia dari Spanyol.

    Kota Barcelona menjadi titik pertemuan pengunjuk rasa yang jumlahnya mencapai 540 ribu orang, mengutip Sputniknews.com. Spanduk-spanduk warna biru, merah, dan kuning, sebagai simbol kelompok pendukung kemerdekaan Catalonia, dibawa oleh para pengunjuk rasa.

    "Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa kami berbeda, tapi kami bersatu. Kami sebuah negara, sedang bergerak, dan kami saat ini berdiri untuk mengubah jumlah suara menjadi negara baru," kata Natalia Estevez, Wakil Presiden Majelis Nasional Catalan.

    Dalam referendum tak resmi pada 2014, sebanyak 80 persen pemilih mendukung kemerdekaan Catalonia. Namun kelompok oposisi mati-matian mempertahankan Catalonia untuk tetap menjadi bagian Spanyol.

    Mengutip Aljazeera, unjuk rasa ratusan ribu warga Catalonia pada Minggu, 11 September 2016, bertepatan dengan peringatan Hari Nasional Catalonia yang menandai penaklukan Barcelona oleh Raja Spanyol Philip V pada 1714 atau disebut Diada.

    Sejak 2012, demonstrasi besar pendukung kemerdekaan Catalonia digelar setiap tahun. Mereka memilih tanggal demonstrasi setiap tanggal 11 September untuk memperingati Hari Nasional Catalonia.

    SPUTNIK NEWS | ALJAZEERA | MARIA RITA

    Baca:
    Hillary Clinton Diserang Pneumonia, Jadwal Kampanye Diubah
    15 Tahun Tragedi 11 September, 10 Fakta Ini Layak Diingat

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.