Catalonia Batal Merdeka, Pilih Berdialog dengan Spanyol

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan orang berkumpul saat melakukan aksi demonstrasi yang mendukung dialog di sebuah lapangan di Barcelona, Spanyol, 7 Oktober 2017. Puluhan ribu orang berkumpul di Madrid dan Barcelona pada hari Sabtu saat Catalonia bersiap untuk menyatakan kemerdekaan

    Ribuan orang berkumpul saat melakukan aksi demonstrasi yang mendukung dialog di sebuah lapangan di Barcelona, Spanyol, 7 Oktober 2017. Puluhan ribu orang berkumpul di Madrid dan Barcelona pada hari Sabtu saat Catalonia bersiap untuk menyatakan kemerdekaan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin Catalonia, Carles Puigdemont, membatalkan deklarasi kemerdekaan Catalonia dari Spanyol dan menyerukan agar segera dilakukan pembicaraan dengan Madrid mengenai masa depan wilayah tersebut.

    Puigdemont hanya menandatangani sebuah deklarasi kemerdekaan di parlemen daerah Catalan di Barcelona, Spanyol, pada Senin, 9 Oktober 2017.

    Baca: 3 Alasan Utama Catalonia Merdeka dari Spanyol

    Dalam pidatonya yang dikelilingi ribuan pemrotes dan ratusan polisi bersenjata di luar gedung parlemen, Puigdemont hanya membuat deklarasi simbolis. Dia mengklaim mandat untuk memulai pemisahan diri tapi menangguhkan langkah-langkah formal untuk mencapai tujuan tersebut.

    "Saya mengusulkan menunda deklarasi kemerdekaan guna melakukan pembicaraan dalam beberapa minggu mendatang. Tanpa itu, tidak mungkin mencapai solusi yang telah disepakati," ucap Puigdemont, seperti dilansir Reuters pada 11 Oktober 2017.

    Sejumlah pendukung kemerdekaan Catalonia berpendapat, usul perundingan Puigdemont dianggap sia-sia karena Madrid tidak akan menanggapinya.

    Baca: Ini Tiga Upaya Spanyol Mencegah Catalonia Merdeka

    Pemerintah Spanyol membuat aturan main dalam dialog dengan Catalonia, yakni harus sesuai dengan konstitusi dan undang-undang. Banyak pihak menafsirkan aturan ini mengesampingkan kemerdekaan sebagai sebuah pilihan bagi Catalonia.

    Wakil Perdana Menteri Spanyol Soraya Saenz de Santamaria juga menolak usul pemimpin Catalonia itu melakukan perundingan yang akan dilakukan mediator internasional. "Baik Puigdemont maupun orang lain tidak dapat mengklaim untuk memaksakan mediasi," tuturnya.

    Pemerintah Spanyol akan bertemu pada Rabu, 11 Oktober 2017, untuk memutuskan tanggapannya terhadap deklarasi kemerdekaan Catalonia oleh Puigdemont. Ketegangan telah meningkat di Catalonia sejak berlangsungnya referendum pada 1 Oktober 2017 yang dianggap tidak masuk akal oleh Madrid.

    REUTERS | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.