Senin, 18 Juni 2018

Begini Mahkamah Agung Hadang Catalonia Merdeka dari Spanyol

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pemadam bereaksi saat mereka menggantungkan spanduk besar yang mendukung referendum kemerdekaan di Museum Sejarah Catalonia di Barcelona, Spanyol, 28 September 2017. Petugas pemadam menjadi salah satu pendukung referendum Catalunya. REUTERS/Jon Na

    Petugas pemadam bereaksi saat mereka menggantungkan spanduk besar yang mendukung referendum kemerdekaan di Museum Sejarah Catalonia di Barcelona, Spanyol, 28 September 2017. Petugas pemadam menjadi salah satu pendukung referendum Catalunya. REUTERS/Jon Na

    TEMPO.CO, Jakarta - Mahkamah Konstitusi Spanyol telah memerintahkan penangguhan rapat parlemen Catalonia untuk menghadang pengumuman kemerdekaan sepihak Barcelona. 

    Mahkamah Konstitusi Spanyol membuat keputusan pada Kamis, 5 Oktober 2017, menyusul adanya permintaan dari Ppartai Sosialis Catalonia yang menentang pemisahan diri dari Spanyol. Keputusan itu akan menghadang pertemuan parlemen Catalonia yang dijadwalkan berlangsung pada Senin pekan depan untuk membahas deklarasi kemerdekaan.

    Baca: Catalonia Merdeka Dideklarasikan Pekan Ini

    Seperti dilansir Reuters pada 5 Oktober 2017, Mahkamah Konstitusi mengatakan rencana rapat parlemen Catalonia merupakan bentuk pelanggaran konstitusi Spanyol.

    Menanggapi putusan itu, ketua parlemen Catalonia, Carme Forcadell, menuduh pemerintah Madrid menggunakan pengadilan untuk menangani masalah politik dan menyatakan tidak akan mengindahkan intervensi pada parlemen. Namun dia mengatakan para pemimpin parlemen belum memutuskan apakah akan menentang putusan pengadilan dan melanjutkan rapat.

    Politikus Catalonia telah berjanji untuk mendeklarasikan kemerdekaan pada sesi persidangan Senin, 9 Oktober 2017, setelah referendum pada Minggu, 1 Oktober 2017, yang ditentang Madrid. 

    Baca: 3 Alasan Utama Catalonia Merdeka dari Spanyol

    Keinginan Catalonia merdeka menjadi krisis terbesar yang melanda Spanyol sejak berdirinya demokrasi pada 1975 seusai kematian Jenderal Francisco Franco.

    Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy meminta pemimpin Catalonia, Carles Puigdemont, membatalkan rencana kemerdekaan atau akan menghadapi risiko yang lebih besar. Rajoy, seorang konservatif yang telah menolak keras kemerdekaan Catalonia, sedang mempertimbangkan langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk membubarkan parlemen di Barcelona dan akan melangsungkan pemilihan umum di wilayah otonomi khusus Spanyol tersebut.

    REUTERS | GUARDIAN | CNN | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Ini 10 Negara Teraman di Dunia. Indonesia Salah Satunya

    Lembaga survei Gallup baru saja merilis survei negara teraman di dunia. Indonesia masuk sepuluh besar.