Saudi -- Vatikan Bersepakat Soal Pembangunan Gereja, seperti Apa?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Salman bertemu pejabat Vatikan untuk melawan kekerasan dan ekstrimisme. (SPA)

    Raja Salman bertemu pejabat Vatikan untuk melawan kekerasan dan ekstrimisme. (SPA)

    Riyadh – Pemerintah Arab Saudi menyepakati dengan Vatikan untuk membangun gereja di negara jazirah itu. Media Daily Mail melansir ini dari pemberitaan media di Timur Tengah.

    “Jika berita ini terkonfirmasi maka perjanjian antara Kardinal Jean-Louis Tauran dan Mohammed Bin Abdel Karim Al-Issa dari Liga Muslim Dunia bakal menjadi kesepakatan bersejarah untuk Saudi,” begitu dilansir media Daily Mail, Jumat, 4 Mei 2018 mengutip media Egypt Independent.

    Baca: Vatikan Minta Arab Saudi Tak Jadikan Warga Nonmuslim Kelas Dua

    Kardinal Tauran telah mengunjungi Arab Saudi pada April 2018 dan bertemu dengan keluarga kerajaan. Dia mendesak pemerintah Saudi untuk memperlakukan warga negara secara sama meskipun berbeda agama.

    Puluhan ribu jemaah berkumpul saat Paus Fransiskus memimpin Misa Paskah di Lapangan Santo Petrus di Vatikan, 1 April 2018. REUTERS/Stefano Rellandini

    Daily Mail mencoba menghubungi otoritas Saudi dan Vatikan untuk mengkonfirmasi kebenaran berita ini namun belum mendapat respon.

    Baca: Putra Mahkota Arab Saudi Temui Pemimpin Gereja Anglikan Inggris

    Soal ini, Aljazeera dengan melansir media Vatican News mengkonfirmasi adanya deklarasi antara Vatikan dan Saudi. Dalam wawancara degnan Vatican News, Kardinal Tauran mengatakan deklarasi ini untuk membuka jalan dialog meskipun dia tidak menyebut secara langsung soal pembangunan gereja di Saudi di masa depan.

    “Dalam pertemuan, saya menekankan poin ini bahwa Kristen dan non-Muslim dibicarakan dengan baik di sekolah-sekolah dan tidak dianggap sebagai warga kelas dua,” kata Tauran kepada Radio Vatikan setelah dia kembali dari Saudi.  

    Saat ini, menurut Daily Mail, tidak ada satupun gereja dibangun di Arab Saudi. Ini menjadikan Arab Saudi sebagai satu-satunya negara yang tidak memiliki bangunan gereja.

    Vatikan, sebelumnya, telah menyampaikan kepada pemerintah Saudi agar warga Kristen bisa beribadah di gereja.

    Vatikan meminta agar pemeluk agama Kristen di Arab Saudi tidak dianggap sebagai warga negara kelas dua. Hal itu disampaikan langsung oleh Kardinal dari Prancis yang juga Kepala Dewan Vatikan bidang Dialog Lintas Agama, Jean-Louis Tauran, dalam kunjungannya ke Kerajaan Arab Saudi, Kamis, 26 April waktu setempat. 

    “Saya rasa semua agama menghadapi dua bahaya, yakni terorisme dan pengabaian. Selama pertemuan, saya banyak menekankan pada poin bahwa pemeluk agama Kristen dan non-muslim diterima baik di sekolah-sekolah dan mereka tidak pernah dianggap sebagai warga negara kelas dua, ” kata Tauran usai berdialog dengan Raja Salman dari Saudi, seperti dikutip dari Reuters, Jumat, 27 April 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.