Biarkan Berita Palsu, Admin Grup WhatsApp Bisa Dipenjara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo aplikasi Whatsapp. whatsappbrand.com

    Logo aplikasi Whatsapp. whatsappbrand.com

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur — Admin grup WhatsApp akan menghadapi ancaman hukuman penjara di Malaysia, jika gagal menghentikan berita palsu.

    Seperti dilansir Channel NewsAsia, Kamis, 27 April 2017, informasi ini pertama kali diungkapkan Wakil Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia Johari Gilani kepada media Berita Harian.

    Baca: Perangi Berita Palsu, Pendiri Wikipedia Buka Situs Wikitribune

    Johari menyebut admin grup WhatsApp terancam hukuman penjara berdasar Undang-Undang Komunikasi dan Multimedia 1998, “Terutama jika mengancam keamanan nasional.”

    “Jika admin terlibat secara langsung menyebarkan dan membiarkan berita palsu, dia tentu akan dihukum,” kata Johari.

    Ia mengimbau para admin sebagai penjaga pintu grup untuk menyaring berita maupun informasi yang akan disebarkan kepada para anggotanya.

    Berdasar aturan itu, sejumlah tindakan seperti menyebarkan berita palsu, memfitnah, penipuan, dan mengungkap informasi rahasia merupakan tindakan pidana.

    Baca: 10 Tip dari Facebook untuk Kenali Berita Palsu

    “Pemerintah akan memanggil para admin untuk melakukan klarifikasi sebelum melakukan tindakan lebih lanjut, seperti menangkap.”

    Dukungan atas ancaman ini dilontarkan Wakil Presiden Asosiasi Konsumen Malaysia, Mohd Yusof Abdul Rahman. Ia mendesak agar proposal itu segera dilakukan.

    Yusof menyebut berita palsu tidak hanya menimbulkan keresahan di masyarakat, tapi mengancam keamanan nasional.

    "Di India, aturan yang sama juga telah diterapkan,” ujar Yusof.

    CHANNEL NEWSASIA | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.