Keluarga Penumpang MH370 Luncurkan 'Sayembara'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang kerabat penumpang pesawat Malaysia Airlines MH370 menangis saat mengikuti aksi protes di depan Kedubes Malaysia di Beijing, Cina (25/3). Sejumlah keluarga yang tak puas dengan penanganan pemerintah Malaysia terhadap pencarian pesawat ini berkumpul dan melempari gerbang Kedubes, sambil berteriak

    Seorang kerabat penumpang pesawat Malaysia Airlines MH370 menangis saat mengikuti aksi protes di depan Kedubes Malaysia di Beijing, Cina (25/3). Sejumlah keluarga yang tak puas dengan penanganan pemerintah Malaysia terhadap pencarian pesawat ini berkumpul dan melempari gerbang Kedubes, sambil berteriak "Pembohong". (AP Photo/Ng Han Guan)

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Anda memiliki informasi terkait dengan hilangnya pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370? Jangan ragu untuk melapor.

    Hari ini, keluarga penumpang pesawat yang hilang itu mengumumkan kampanye penggalangan dana untuk memberi hadiah senilai US$ 3 juta atau sekitar Rp 35,5 miliar rupiah bagi siapa pun yang bersedia memberi informasi tentang hilangnya pesawat itu. "Kami mencoba menguaknya sendiri," kata Sarah Bajc, yang pasangannya, Philip Wood, 50 tahun, berada di dalam pesawat itu ketika menghilang pada 8 Maret dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing. Meskipun pencarian ekstensif dan mahal telah berlangsung selama berminggu-minggu, "tidak ada bukti kredibel" bahwa pesawat bermesin jet itu benar-benar jatuh di Lautan Hindia bagian selatan.

    "Saya yakin bahwa seseorang menyembunyikan sesuatu," katanya. Ia akan menambahkan US$ 2 juta atau sekitar Rp 23,7 miliar untuk detektif swasta yang berhasil menguaknya.

    Pendanaan akan diluncurkan pada Senin di situs Indiegogo dengan label "Hadiah MH370: Pencarian Kebenaran". Minimal sumbangan yang akan diterima yakni US$ 5. Indiegogo sebelumnya belum pernah melakukan penggalangan dana untuk hadiah.

    Bajc mengatakan kampanye ini telah dimulai oleh kerabat penumpang dari Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Perancis, dan India. Ia mengaku belum mengontak keluarga korban MH370 di Cina dan Malaysia.

    "Nilai US$ 2 juta tak ada apa-apanya dibanding apa yang sudah mereka habiskan senilai US$ 100 juta, dan mereka tak mendapatkan apa-apa," tuturnya. "Kami tidak akan mencarinya dengan mengirimkan kapal ke laut. Kami akan mendekatinya dengan kecerdasan manusia."

    Ia menyatakan keyakinan bahwa ada yang ditutup-tutupi terkait dengan hilangnya MH370 karena melihat kejanggalan di lapangan. "Jika ada bukti bahwa pesawat itu hancur dalam air, misalnya ditemukan bantal atau kursi satu saja, saya akan mengambil pendekatan yang sama sekali berbeda," katanya.

    Marsekal Angus Houston, yang memimpin pencarian, menyatakan kecurigaan Bajc tak berdasar. "Tak ada yang penting sedang disembunyikan dengan cara apa pun," tuturnya, sambil menambahkan bahwa analisis tentang hilangnya pesawat sedang dilakukan. Pejabat Malaysia juga bersikeras bahwa penyelidikan telah berjalan secara transparan.

    AP | INDAH P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.