Sambut Raja Baru, Amsterdam Berubah Jadi Oranye  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran pewaris tahta Belanda Willem-Alexander (kanan), istrinya Putri Maxima dan Ratu Beatrix (tengah) tiba di acara gala makan malam yang diadakan malam sebelum upacara turun tahta Ratu dan inaugurasi penggantinya, Raja Willem-Alexander, di Rijksmuseum, Amsterdam, Belanda, Senin (29/4). REUTERS/Robin Utrecht/Pool

    Pangeran pewaris tahta Belanda Willem-Alexander (kanan), istrinya Putri Maxima dan Ratu Beatrix (tengah) tiba di acara gala makan malam yang diadakan malam sebelum upacara turun tahta Ratu dan inaugurasi penggantinya, Raja Willem-Alexander, di Rijksmuseum, Amsterdam, Belanda, Senin (29/4). REUTERS/Robin Utrecht/Pool

    TEMPO.CO, Amsterdam - Kota Amsterdam berhias menjelang penobatan Pangeran Willem-Alexander sebagai raja baru. Warna oranye bertebaran di seluruh penjuru kota.

    Ratusan warga mulai berkemah di Dam Square, yang lokasinya hanya sepelemparan batu dari istana tempat Beatrix akan turun takhta. "Kami bermalam di sini karena kami ingin pemandangan langsung ke arah balkon," kata Reina Reyes, warga Venezuela yang telah tinggal di Belanda selama satu dekade.

    "Kami adalah fan bangsawan Belanda, dan fakta bahwa Maxima berasal dari Amerika Selatan juga istimewa bagi kami," kata Reyes, yang mengenakan pakaian oranye terang dan mahkota oranye bertuliskan nama "Maxima". Asarubal, suaminya, mengenakan pakaian oranye, warna resmi kerajaan Belanda.

    Pangeran Willem-Alexander, 46 tahun, dan istrinya, Putri Maxima, 41 tahun, beserta tiga anak perempuan mereka disambut sorakan penonton dan pers di Nieuwe Kerk, Amsterdam, untuk gladi resik persiapan pelantikannya. Gereja tua berusia 600 tahun akan menjadi saksi penobatannya sebagai raja Belanda pertama dalam kurun waktu lebih dari 120 tahun setelah lengsernya sang ibu, Ratu Beatrix, yang kini berusia 75 tahun.

    Dalam pidato perpisahannya yang disiarkan secara langsung di seluruh televisi di Belanda, Beatrix menyatakan, kerajaan menjunjung tinggi pengabdian kepada rakyat. "Bukan kekuasaan, maupun kemauan pribadi, maupun otoritas turun-temurun, tetapi keinginan untuk melayani masyarakatlah yang memberikan substansi pada monarki kontemporer," katanya. Ia menyatakan, Willem-Alexander akan berdiri di atas semua aliansi politik dan kelompok kepentingan setelah menjadi raja.

    Upacara pelantikan akan dihadiri oleh wakil kerajaan di seluruh dunia, termasuk Pangeran Charles dari Inggris; Pangeran Felipe dari Spanyol; dan Pangeran Naruhito dan istrinya, Putri Mahkota Masako, dari Jepang.

    Pihak berwenang pada hari Senin menutup wilayah udara Amsterdam untuk pesawat sipil selama tiga hari dan mengeluarkan perintah tegas yang melarang penggunaan drone pada hari Selasa, dengan penembak jitu di atap gedung bertingkat untuk memantau situasi. Sebanyak 10 ribu polisi dikerahkan, termasuk anjing pelacak.

    Diperkirakan, sebanyak 25 ribu rakyat Belanda akan memadati jalan-jalan yang dilewati iring-iringan keluarga kerajaan. "Kami akan melakukan segalanya untuk memastikan bahwa orang dapat menikmati acara ini dengan aman," kata Wali Kota Amsterdam, Eberhard van der Laan, pada konferensi pers Minggu malam.

    GLOBAL POST | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.