Pemerintah Bangladesh Diminta Lindungi Umat Hindu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Delwar Hossain Sayedee. abcnews.go.com

    Delwar Hossain Sayedee. abcnews.go.com

    TEMPO.CO, Dhaka — Pengadilan Tinggi Bangladesh kemarin memerintahkan agar pemerintah mengambil langkah untuk melindungi komunitas Hindu. Perintah ini terkait dengan perusakan dan penyerangan terhadap kuil serta warga Hindu di Begumganj, wilayah tenggara Bangladesh, selama lima hari terakhir.

    Insiden ini seiring unjuk rasa pendukung Partai Jamaah Islami yang memprotes putusan mati Mahkamah Kejahatan Perang Bangladesh terhadap wakil ketua partai, Delwar Hossain Sayedee, Kamis pekan lalu.

    Sayedee dinyatakan bersalah sebagai penjahat perang dalam perang kemerdekaan Bangladesh pada 1971. Pria 73 tahun itu dinilai berperan dalam aksi pembunuhan, penyiksaan, serta pemerkosaan terhadap jutaan warga Bangladesh.

    “Pengadilan memerintahkan institusi terkait seperti kepolisian dan Kementerian Dalam Negeri agar segera menangkap para pelaku kejahatan,” kata juru bicara Kejaksaan Agung Bangladesh.

    Selain itu, majelis hakim yang terdiri dari A.H.M. Shamsuddin Chowdhury dan Mahmudul Haque meminta pemerintah untuk memperbaiki kuil dan rumah yang hancur akibat serangan massa. Laporan media menunjukkan, sedikitnya lima kuil dan 36 rumah warga Hindu dibakar di kawasan Begumganj. Seorang pria Hindu juga dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.

    Adapun ledakan kecil terjadi di gerbang hotel tempat Presiden India Pranab Mukherjee menginap selama kunjungan kenegaraan tiga hari di Bangladesh. “Sejumlah pengunjuk rasa melempar bom molotov ke arah gerbang hotel tempat Presiden India menginap di Dhaka,” ujar seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Bangladesh, yang menolak disebut namanya.

    Situasi keamanan di Bangladesh
    cukup terkendali pada hari kedua aksi mogok massa pendukung Partai Jamaah Islami. Jumlah polisi yang berpatroli di seluruh penjuru negara ditingkatkan hingga dua kali lipat dari biasanya.

    Tapi massa masih memblokade jalan jalan raya menuju wilayah wisata, Cox’s Bazar. Kepala Kepolisian Distrik Cox's Bazar, Azad Miah, mengatakan, sekitar 700 wisatawan hingga kini masih terdampar di bandara lokal akibat aksi tersebut.

    Sebanyak 77 orang tewas sejak Mahkamah Kejahatan Perang menghukum petingggi Partai Jamaah Islami pada Januari lalu. Sebanyak 62 di antaranya tewas sejak lima hari lalu, setelah mahkamah menghukum mati Sayedee.

    DAWN | INDIA TIMES | GLOBAL POST | SITA PLANASARI AQUADINI

    Berita Terkini:
    KPK Kejar Choel untuk Ungkap Peran Andi

    Ucapan Hakim MK Tak Boleh Berbau Politik

    KPK Periksa 4 Pejabat Swasta dalam Kasus Hambalang

    Buron Penipuan Apartemen Rp 6,5 M Ini Jago Ngumpet


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.