Serang Minoritas Hindu, 44 Warga Bangladesh Ditangkap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Hindu menari bersama dengan tubuh berlumuran bubuk pewarna saat merayakan Festival Durga Puja di Dhaka, Bangladesh, India, 23 Oktober 2015. Ap Photo

    Warga Hindu menari bersama dengan tubuh berlumuran bubuk pewarna saat merayakan Festival Durga Puja di Dhaka, Bangladesh, India, 23 Oktober 2015. Ap Photo

    TEMPO.CO, Dhaka - Polisi Bangladesh menangkap puluhan orang pasca tindak kekerasan terhadap minoritas Hindu. Komunitas Hindu di Distrik Brahmanbaria diserang warga Bangladesh kalangan Muslim di sana setelah seorang anak muda diduga mengunggah foto yang telah disunting di Facebook. Foto itu dinilai menghina karena menggambarkan Dewa Siwa, salah satu dewa Hindu, berada di dalam Kabah, Masjidil Haram, salah satu tempat suci bagi Muslim di Mekkah, Arab Saudi.

    Kalangan Muslim di Bangladesh lalu menggelar aksi protes dan menuntut agar pria Hindu yang berprofesi sebagai nelayan tersebut ditangkap dan diadili. Tersangka, pria dari subdistrik Nasirnagar, membantah telah mengunggah posting yang dimaksud.

    Polisi telah menangkap pria bernama Rasraj Das tersebut, tapi penangkapan itu tidak juga meredakan ketegangan. Dewan Persatuan Kristen Budha dan Hindu Bangladesh (BHBCUC) memperkirakan lebih dari seratus rumah warga Hindu dan 20 kuil dirusak dan dijarah sejak kekerasan meletus pada 30 Oktober 2016.

    "Tujuan dari serangan adalah membersihkan wilayah dari komunitas Hindu yang minoritas dan menduduki properti serta aset-aset kami," kata Rana Dasgupta, Sekretaris Jenderal BHBCUC seperti dilaporkan Reuters, Ahad, 6 November 2016.

    Kepala polisi Distrik Brahmanbaria mengatakan mereka telah menangkap 44 orang terkait serangan terhadap komunitas minoritas Hindu tersebut.

    REUTERS | NEWSNEXTBD.COM | NATALIA SANTI

    Baca juga:
    Komentari Demo 4 November, Akun Facebook Ini Dilaporkan
    Dilaporkan Karena Komentari Demo 4 November, Ini Kata Ulin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.