Kilas Balik 2010: Internasional

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wikileaks.ch

    Wikileaks.ch

    TEMPO Interaktif, Sejumlah peristiwa penting juga mewarnai jagad internasional. Menutup akhir 2010 ini Tempo mencoba merangkumnya. 

    WikiLeaks

    Situs pembocor dokumen rahasia, WikiLeaks membuat heboh politik internasional. Dokumen-dokumen yang disiarkan WikiLeaks menguak kebijakan-kebijakan pemerintah Amerika Serikat. Di antaranya sebanyak 400 ribu dokumen perang Irak, serangan helikopter Apache di Irak dan prosedur operasi di Guantanamo.

    Tapi yang paling bikin situs ini naik daun adalah bocoran kawat diplomatik kantor perwakilan pemerintah Amerika Serikat di seluruh penjuru dunia. WikiLeaks mengklaim punya 250 ribu dokumen kawat diplomatik pemerintah Amerika Serikat. Sejak akhir November, hampir 2.000 kawat diplomatik yang telah dibocorkan.

    Isinya berupa laporan diplomat Amerika di seantero dunia. Mereka melaporkan berbagai peristiwa dan pembicaraan dengan mitranya. Di antaranya, laporan korupsi di Nigeria, birokrasi yang tidak kompten di India, kasus pembunuhan aktivis hak asasi manusia Munir, termasuk saat presiden Prancis Nicolas Sarkozy mengejar kelinci anaknya ketika bertemu dengan Duta Besar Amerika Serikat.

    Penambang Chile

    Operasi evakuasi 33 penambang Cile yang terperangkap selama 69 hari di bawah tanah lokasi penambangan emas dan tembaga San Jose pada Oktober menjadi perhatian dunia. Presiden Cile Sebastian Pinera menyaksikan langsung operasi tersebut. Ribuan warga dan wartawan juga mengikuti detik-detik penyelamatan mereka.



    Tumpahan Minyak di Teluk Meksiko

    Sebuah anjungan pengeboran minyak yang disewa oleh perusahaan minyak BP meledak dan tenggelam di lepas pantai Louisiana, Amerika Serikat pertengahan April tahun ini. Akibatnya, lebih dari seribu barel minyak per hari bocor ke laut dari sumur yang rusak. BP melaporkan kerugian sebesar US$ 17,2 miliar (Rp 155 triliun) di kwartal kedua tahun ini. BP juga menganggarkan dana US$ 32,2 miliar untuk mengatasi tumpahan minyak ini.

    Semenanjung Korea Memanas

    Semenanjung Korea memanas pada November lalu. Presiden Amerika Serikat Barack Obama pun dibangunkan dari tidurnya gara-gara konflik Korea Utara dan Korea Selatan. Krisis Korea ini terjadi setelah 100 misil Korea Utara menewaskan dua tentara Angkatan Laut Korea Selatan dan mencederai belasan lainnya, termasuk warga sipil.

    Gempa Haiti

    Gempa 7.0 SR mengguncang Haiti pada Januari tahun ini. Gempa ini merupakan salah satu tragedi dunia terbesar dalam sejarah modern, korbannya melebihi bencana tsunami 2004 di Samudera Hindia. Gempa tersebut selain melumat 300 ribu jiwa juga menghancurkan 250 ribu rumah sehingga lebih dari 1,5 juta orang kehilangan tempat tinggal.

    Kaus Merah Thailand

    Demo besar-besaran terjadi di Thailand pada Mei tahun ini. Kerusuhan terjadi akibat demo yang melibatkan ribuan orang pendukung mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra. Sebanyak Sebanyak 37 orang telah tewas, 291 orang terluka dan bentrokan berdara ini. Salah seorang korbannya adalah Mayor Jenderal Khattiya Sawasdiphol, seorang jenderal yang membelot dan membela Kaus Merah.

    Terry Jones

    Pendeta di Dove World Outreach Center, sebuah gereja kecil di Gainesville, Florida, Amerika Serikat Terry Jones mencuri perhatian dunia pada September tahun ini. Pria 58 tahun ini mencetuskan Hari Pembakaran Al-Quran untuk memperingatkan tragedi 9/11. Berbagai tekanan, mulai dari lapisan masyarakat, Menteri Luar Negeri AS, sampai Panglima AS di Afganistan tidak menyurutkan niatnya. "Saya cuma membakar buku, bukan membunuh," kata Jones, enteng. Tapi akhirnya Jones membatalkan niatnya ini.

    POERNOMO GR
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.