Partai Putin Diperkirakan Menang Lagi dalam Pemilu Rusia

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin menggunakan teropong saat mengamati latihan militer

    Presiden Rusia Vladimir Putin menggunakan teropong saat mengamati latihan militer "Zapad 2021" yang dilakukan oleh angkatan bersenjata Rusia dan Belarusia di tempat latihan Mulino di Wilayah Nizhny Novgorod, Rusia, 13 September 2021. [Sputnik/Sergei Savostyanov/ Kolam renang melalui REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Rusia Bersatu yang berkuasa diperkirakan bakal menang pemilihan umum parlemen, sehingga peluang Vladimir Putin kembali berkuasa sangat terbuka.

    Masyarakat Rusia menyelesaikan rangkaian pemungutan suara tiga hari pada Minggu, 19 September 2021, demikian dilaporkan Reuters

    Menurut sejumlah lembaga survai, meski mengalami penurunan, partai berkuasa itu tetap lebih populer daripada Partai Komunis dan partai nasionalis LDPR, yang sering mendukung Kremlin.

    Rusia Bersatu memegang hampir tiga perempat dari 450 kursi Duma Negara. Dominasi itu tahun lalu membantu Kremlin meloloskan amandemen konstitusi yang memungkinkan Putin mencalonkan diri untuk dua periode lagi sebagai presiden setelah 2024, sehingga berpotensi tetap berkuasa hingga 2036.

    Rusia Bersatu melenggang setelah tokoh oposisi Alexei Navalny dibungkam oleh pemerintah dengan mencap gerakannya sebagai ekstrimis dan dilarang.

    Akibatnya, Navalny dan sekutunya dari Partai Komunis tidak bisa mencalonkan diri.  

    Berbagai kampanye melalui media sosial dilakukan oposisi untuk menggembosi suara Rusia Bersatu. "Suatu hari kita akan hidup di Rusia di mana dimungkinkan untuk memilih kandidat yang baik dengan platform politik yang berbeda," tulis sekutu Navalny, Leonid Volkov di messenger Telegram.

    "Dan partai Navalny akan bersaing untuk mendapatkan kursi di parlemen dalam pemilihan yang adil dan kompetitif. Tapi untuk saat ini, 'pemungutan suara cerdas' adalah memilih Navalny."

    Sejak pemungutan suara dimulai pada hari Jumat, Google, Apple dan Telegram messenger telah membatasi beberapa akses ke kampanye pemungutan suara taktis, yang membuat para aktivis menuduh mereka menyerah pada tekanan dari pemerintah. Apple dan Google belum menanggapi tuduhan tersebut. 

    Setelah pemungutan suara nasional ini, akan ada pemilihan presiden 2024. Putin, yang akan berusia 69 tahun bulan depan, belum mengatakan apakah dia akan mencalonkan diri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Persebaran Pengungsi di Indonesia Menurut UNHCR

    PBB mengucurkan dana untuk program respons sosial ekonomi inklusif untuk menghadapi Covid-19. UNHCR mendata persebaran penerima manfaat di Indonesia.