Kamis, 22 November 2018

Cina Kembangkan Satelit untuk Pindahkan Awan Hujan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mendung. TEMPO/Imam Sukamto

    Ilustrasi mendung. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ilmuwan Cina memulai rencana aneh untuk mengubah cuaca dengan menggunakan satelit untuk memindahkan awan hujan.

    Dilansir dari Mirror.co.uk, 9 November 1018, proyek ambisius yang diharapkan para pejabat akan beroperasi dalam waktu empat tahun mendatang, akan membuat uap air bergeser dari wilayah barat yang basah, ke arah timur yang lebih kering.

    Baca: Teleskop Terbesar di Dunia Milik Cina Kesulitan Cari Peneliti

    Menurut laporan media di Cina, enam satelit akan menciptakan koridor atmosfer yang membuat awan dapat bergerak bersama. Proyek ini diberi nama "Tianhe", yang berarti sungai langit.

    Sebuah laporan Yicai Global mengatakan Shanghai Academy of Spaceflight Technology berharap akan beroperasi pada 2022, meskipun dua satelit pertama dijadwalkan berada di luar angkasa dua tahun sebelumnya.

    Stasiun luar angkasa Cina Tiangong-2.[Popular Mechanics]

    Satelit-satelit Tianhe-1 akan mampu mendeteksi air di udara dan memindahkan air ke daerah utara Sanjiangyuan di Provinsi Qinghai.

    Media pemerintah mengatakan tetesan air kecil akan diangkut dalam jarak ribuan kilometer.

    Model-model telah dipamerkan di Zhuhai Airshow, yang menampilkan industri penerbangan superpower, dan para ilmuwan yakin mereka bisa mengembangkan 'sungai langit' untuk beroperasi.

    Baca: Cina Kembangkan Satelit Laser Pendeteksi Kapal Selam

    Uap air bergerak ke arah tertentu karena perubahan tekanan dan kondisi pengendapan.

    Satelit akan memindahkan awan air ke Samudera Hindia bagian barat, Samudera Hindia bagian timur, Dataran Tinggi Yunnan-Guizhou Cina dan sebagian Asia Tengah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.