Kamis, 22 November 2018

Pertama Kali, Dua Perempuan Muslim Duduki Kongres AS

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilhan Omar, Kandidat Kongres AS dari Partai Demokrat.[REUTERS]

    Ilhan Omar, Kandidat Kongres AS dari Partai Demokrat.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua perempuan Muslim dari daerah pemilihan Minnesota dan Michigan terpilih sebagai anggota DPR Amerika Serikat dan menjadi Muslimah pertama yang menduduki Kongres AS setelah gelaran pemilu sela AS 6 November.

    Dilansir dari Reuters, 8 November 2018, Ilham Omar an Rashida Thalib yang berasal dari Partai Demokrat yang merupakan perwakilan kelompok minoritas yang memiliki kesempatan untuk menjadi anggota DPR AS.

    Baca: Partai Demokrat Menangi Pemilu Sela AS

    Di Minnesota, Omar yang berusia 36 tahun adalah seorang warga naturalisasi AS keturunan Somalia dan Muslimah pertama yang menggantikan anggota kongres AS Keith Ellison, pada 2006.

    Ilhan Omar.[ABC News]

    Omar mengkampanyekan kebijakan Partai Demokrat seperti kesehatan, biaya kuliah gratis, dan peningkatan anggaran perumahan umum.

    "Saya tidak berharap untuk datang ke AS dan pergi ke sekolah dengan anak-anak yang khawatir tentang makanan seperti yang saya alami di tempat pengungsian," kata Omar seperti dikutip dari Reuters.

    Baca: Dua Perempuan Muslim Ikut Pemilu Sela AS untuk Pertama Kali

    Omar menghabiskan empat tahun masa kecilnya di sebuah tempat pengungsian di Kenya. Dua tahun lalu, ia menjadi warga Somalia-Amerika pertama yang memenangkan kursi di badan legislatif bertepatan pada malam yang sama ketika Donald Trump memenangkan kursi presiden setelah kampanye di mana ia menyerukan larangan semua Muslim memasuki Amerika Serikat.

    Selain didaulat sebagai perempuan Muslim pertama di Kongres AS, Omar juga akan menjadi anggota Kongres AS pertama yang mengenakan jilbab.

    Rashida Tlaib menyapa pendukung didampingi ibunya di sebuah rapat malam sebelum pemilu sela AS. (Middle East Eye / Ali Harb)

    Sementara Tlaib, 42 tahun, juga memiliki sejarah menjadi perempuan Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota DPR AS. Anak tertua dari 14 saudara itu merupakan keturunan imigran Palestina di Detroit tempat ayahnya bekerja di pabrik otomotif Ford Motor.

    Baca: Rashida Tlaib, Keturunan Palestina Pertama di Kongres AS

    Tlaib mendukung kebijakan liberal, kesehatan bagi seluruh warga, reformasi imigrasi dan membatalkan kebijakan Trump untuk melarang sebagian besar warga negara Muslim memasuki AS.

    Keduanya maju di distrik yang terbilang demokratis. Data negara bagian Minnesota menunjukkan Omar menang dengan selisih besar, dan media Michigan melaporkan bahwa Tlaib juga menang.

    Tlaib menghubungkan kampanyenya dengan lonjakan aktivitas politik perempuan di Amerika Serikat setelah kemenangan Trump 2016 yang menakjubkan, yang menyinggung jutaan perempuan yang turun ke jalan-jalan di Washington dan kota-kota besar di seluruh negeri setelah pelantikannya.

    Baca: Sistem Politik Amerika Serikat: Apa Bedanya DPR dan Senat?

    "Hari ini, perempuan di seluruh negeri tertera di surat suara. Ya, dulu kami berbaris di luar Capitol Hill (kantor Kongres AS), tetapi sekarang kami berbaris ke Capitol, Kami datang!", tulis perempuan Muslim Kongres AS pertama itu di Twitter.

    REUTERS | MIS FRANSISKA DEWI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.