Rabu, 21 November 2018

Kasus Jamal Khashoggi, Forum Investasi Arab Saudi Tetap Digelar

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang demonstran memegang gambar Jamal Khashoggi saat protes di depan konsulat Arab Saudi di Istanbul [Osman Orsal / Reuters]

    Seorang demonstran memegang gambar Jamal Khashoggi saat protes di depan konsulat Arab Saudi di Istanbul [Osman Orsal / Reuters]

    TEMPO.CO, Jakarta - Arab Saudi tetap menggelar forum investasi meskipun meskipun sejumlah pembicara penting menarik diri karena kasus pembunuhan Jamal Khashoggi.

    Dilaporkan Associated Press, 23 Oktober 2018, Future Investment Initiative atau juga dikenal sebagai "Davos in the Desert", yang dimulai pada Selasa 23 Oktober, bertujuan untuk menarik investor terkemuka yang dapat membantu menjamin rencana ambisius putra mahkota Mohammed bin Salman untuk mengubah ekonomi Saudi. Namun kasus Jamal Khashoggi bisa meningkatkan pengucilan terhadap kerajaan dan merusak reputasi pangeran, serta masa depan politiknya.

    Baca: Jamal Khashoggi Tewas, Jerman: UE Blokir Senjata ke Arab Saudi

    Forum ini adalah gagasan dari putra mahkota, untuk menarik investasi asing dan menciptakan lapangan kerja yang cukup bagi jutaan orang Saudi serta melepaskan ketergantungan Arab Saudi terhadap minyak. Diperkirakan sekitar 4,5 juta lebih usia kerja baru akan mencari pekerjaan pada 2030.

    Presiden Donald Trump bersama dengan Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman di Gedung Putih, Washington, 20 Maret 2018. REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo

    Konsultan McKinsey and Co memperkirakan bahwa kerajaan Saudi membutuhkan investasi sekitar US$ 4 triliun atau Rp 60.861 triliun untuk menciptakan sebanyak 6 juta lapangan pekerjaan baru. Jumlah ini hampir tiga kali lebih banyak daripada yang diciptakan Arab Saudi dalam dekade yang mengarah ke 2013, ketika harga minyak melonjak.

    Tanpa perbaikan ekonomi komprehensif yang ditopang oleh triliunan dolar investasi, tingkat pengangguran untuk warga Saudi bisa melebihi 20 persen, kata McKinsey memperingatkan.

    Baca: Direktur IMF Batal Hadir di Forum Ekonomi Arab Saudi

    Ketika pengangguran meningkat, pendapatan rumah tangga akan jatuh, dua pemicu utama yang berkontribusi terhadap kemarahan publik dan pemberontakan di negara-negara Arab lainnya hampir delapan tahun lalu.

    Pengangguran di Arab Saudi telah meningkat tipis tahun ini menjadi 12,8 persen. Saat ini, sepertiga dari orang Saudi yang mencari pekerjaan adalah antara usia 25 dan 29 tahun. Angka itu diperkirakan akan bertambah di tahun-tahun mendatang dengan setengah populasi di bawah usia 25.

    Pangeran Mohammed Bin Salman mengunjungi markas Virgin Galactic Company dengan didampingi pendiri Virgin Group, Richard Branson. Dia juga menyambangi Mojave Air and Space Port. (SPA)

    Forum investasi Riyadh, yang dimaksudkan untuk meningkatkan profil kerajaan dan menarik investor global, terancam setelah banyaknya eksekutif perusahaan membatalkan partisipasi mereka, termasuk CEO JPMorgan Chase, Uber dan Blackrock, serta pendiri Virgin Group Richard Branson dan para pemimpin Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia.

    Semua media berita Barat yang telah setuju untuk mensponsori forum Riyadh, seperti The New York Times, CNN, Bloomberg, CNBC, Financial Times dan Fox Business Network, telah menarik dukungan mereka sebagai tanggapan atas kematian Khashoggi.

    Saudi Gazette melaporkan acara FII yang berlangsung selama tiga hari akan terdiri dari 40 sesi, forum terbuka, dan lokakarya.

    Baca: Jamal Khashoggi Hilang, Media Asing Batal ke Acara Arab Saudi

    Acara ini akan dipimpin oleh Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed Bin Salman, yang juga ketua PIF dan Dewan Urusan Ekonomi dan Pembangunan. Meskipun sejumlah investor Barat menarik diri, perwakilan Cina dan Rusia mengkonfirmasi hadir, ungkap Saudi Gazette.

    Rencana putra mahkota untuk mereformasi ekonomi Arab Saudi sekarang terancam setelah pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post yang kritis terhadap putra mahkota, setelah dilaporkan menghilang di Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.