Minggu, 16 Desember 2018

Jamal Khashoggi Hilang, Media Asing Batal ke Acara Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang demonstran memegang gambar Jamal Khashoggi saat protes di depan konsulat Arab Saudi di Istanbul [Osman Orsal / Reuters]

    Seorang demonstran memegang gambar Jamal Khashoggi saat protes di depan konsulat Arab Saudi di Istanbul [Osman Orsal / Reuters]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah media besar, termasuk CNN, CNBC dan Financial Times, telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam konferensi investasi di Arab Saudi atas hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi.

    Dilansir dari Russia Today, 13 Oktober 2018, CNN, CNBC, dan FT Jumat 12 Oktober mengumumkan bahwa mereka tidak akan menghadiri Future Future Initiative (FII) yang akan diselenggarakan di Riyadh, Arab Saudi.

    Baca: Jam Tangan Apple Jamal Khashoggi Rekam Dugaan Pembunuhan

    Beberapa laporan mengklaim bahwa Jamal Khashoggi, seorang kolumnis Washington Post, diculik dan dibunuh setelah memasuki konsulat Arab Saudi di Turki.

    "CNBC tidak akan lagi berpartisipasi dalam FII di Riyadh karena pertanyaan yang terus bergulir seputar hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi," kata CNBC melalui Twitternya.

    Sementara itu, kepala komunikasi dan petugas pemasaran di Financial Times, Finola McDonnell, juga menulis di Twitter bahwa surat kabar Inggris tersebut tidak akan mengikuti konferensi selama hilangnya Jamal Khashoggi tidak terungkap.

    CNN juga menegaskan bahwa pihaknya juga menarik diri. Seorang juru bicara CNN mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "CNN telah menarik partisipasinya dalam Konferensi Future Future Initiative di Arab Saudi."

    The Economist sebelumnya menyatakan menarik diri dari konferensi pada Kamis 11 Oktober, satu hari setelah The New York Times melakukan hal yang sama. CEO Viacom, Bob Bakish dan pemilik Los Angeles Times, Dr. Patrick Soon-Shiong juga mengkonfirmasi pengunduran diri mereka. Aljazeera melaporkan media ekonomi dan bisnis, Bloomberg, juga menarik diri.

    Namun bukan hanya perusahaan media yang mundur. Dara Khosrowshahi, CEO Uber, Bob Bakish, CEO konglomerat media massa AS Viacom dan miliarder Steve Case, salah satu pendiri AOL, juga mengatakan mereka keluar dari acara tersebut, seperti dikutip dari Aljazeera.

    Baca: Kasus Jamal Khashoggi, Kontrak Senjata AS ke Arab Saudi Terancam

    Meskipun pengunduran diri oleh sejumlah pihak ini mengecewakan, penyelenggara mengatakan konferensi akan berjalan seperti yang direncanakan.

    "Meskipun mengecewakan bahwa beberapa pembicara dan mitra telah mundur, kami berharap dapat menyambut ribuan pembicara, moderator dan tamu dari seluruh dunia ke Riyadh," kata seorang juru bicara konferensi dalam sebuah pernyataan resmi.

    Jamal Khashoggi. Middle East Monitor/Handout via REUTERS

    Sementara Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim, yang dijadwalkan untuk berbicara di konferensi itu, juga memberitahu pemerintah Arab Saudi bahwa dirinya tidak akan hadir, meskipun dengan alasan jadwalnya bentrok dengan agenda lain, ungkap seorang pejabat Bank Dunia mengatakan kepada Reuters.

    Dilansir dari CNN, FFI akan dipimpin oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman dan dijadwalkan akan dimulai pada 23 Oktober, acara ini dirancang untuk memamerkan rencana Visi 2030 sang pangeran untuk mengalihkan ketergantungan negara pada minyak dengan membuka investasi asing besar-besaran.

    Baca: Jurnalis Hilang Misterius, Ini 5 Fakta Sosok Jamal Khashoggi?

    Namun misteri hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi tampaknya membuat perusahaan asing terutama media besar, yang menyoroti kasus ini, membatalkan hadir dalam forum investasi Arab Saudi, terlebih laporan kepolisian Turki yang menyebut Jamal Khashoggi dibunuh oleh tim khusus yang didatangkan kerajaan Arab Saudi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".