Selasa, 25 September 2018

Perang Dagang AS - UE, Trump Incar Mobil Impor Eropa

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil New Bugatti Chiron Sport ditampilkan dalam Geneva International Motor Show di Palexpo, Jenewa, Swiss, 6 Maret 2018. Tunggangan tersebut dibanderol mulai dari 2,65 juta euro di Eropa tanpa pajak, dan di Amerika Serikat (AS) 3,26 juta dollar AS atau sekitar Rp45 miliar termasuk pajak, bea cukai dan biaya pengiriman.  REUTERS/Denis Balibouse

    Mobil New Bugatti Chiron Sport ditampilkan dalam Geneva International Motor Show di Palexpo, Jenewa, Swiss, 6 Maret 2018. Tunggangan tersebut dibanderol mulai dari 2,65 juta euro di Eropa tanpa pajak, dan di Amerika Serikat (AS) 3,26 juta dollar AS atau sekitar Rp45 miliar termasuk pajak, bea cukai dan biaya pengiriman. REUTERS/Denis Balibouse

    TEMPO.CO, Brussel – Pejabat Uni Eropa mengatakan kenaikan tarif impor baja dan alumunium, serta mobil dan onderdil oleh pemerintahan Presiden Donald Trump berdampak buruk bagi ekspor global Amerika Serikat hingga sekitar US$294 miliar atau sekitar Rp4200 triliun.

    Jumlah ekspor AS itu setara 19 persen dari total ekspor AS pada 2017. Uni Eropa menyatakan ini pada Jumat, 29 Juni 2018, menanggapi rencana pengenaan tarif impor mobil Eropa oleh AS hingga 20 persen. Saat ini, proses investigasi soal impor mobil ini oleh kementerian Perdagangan AS masih berlangsung dan segera diumumkan hasilnya.

    Baca: 

    Perang Dagang, Trump Bakal Larang Ekspor Teknologi ke Cina

    Donald Trump Kaget Harley Davidson Menyerah dalam Perang Dagang

    AS saat ini juga telah mengenakan kenaikan tarif impor baja menjadi 25 persen dan aluminium menjadi 10 persen terhadap berbagai negara seperti Kanada, Meksiko, Cina dan Uni Eropa.

    “Saya berharap ini akan menjadi jelas bahwa perusahaan AS sendiri tidak menginginkan ini. Ini diharapkan bisa membuat jeda dan pertimbangan ulang atas kebijakan tarif itu,” kata Jonathan O’Riordan, direktur Perdagangan Internasional dari Asosiasi Manufaktur Otomotif Eropa, seperti dilansir Guardian, Senin, 2 Juli 2018. “Kami khawatir.”

    Secara terpisah seperti dilansir CNN, David Henig, yang merupakan bekas negosiator perdagangan dari Inggris yang ikut bernegosiasi dengan AS, mengatakan,”Mobil merupakan isu besar. Ini jauh lebih besar dibandingkan isu baja.”

     PM Inggris, Theresa May, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, Presiden AS, Donald Trump dan Kanselir Jerman, Angela Merkel. REUTERS

    Trump sebelumnya mengatakan,”Jika EU tidak segera mencabut hambatan tarif, maka kami akan mengenakan tarif impor 20 persen untuk semua jenis mobil mereka. Buat di di sini!,” kata Trump lewat akun Twitter-nya.

    Baca: 

    Perang Dagang, Trump Ancam Naikkan Tarif Impor Mobil Eropa

    Trump Ancam Cina Naikkan Tarif untuk Impor Rp 7200 Triliun

    Setiap tahun, Uni Eropa mengekspor mobil senilai US$44 miliar atau sekitar Rp631 triliun ke AS. Ini merupakan ekspor terbesar yang menjadi tulang punggung industri manufaktur di Eropa.

    Menurut data yang dilansir Gedung Putih, Trump mengatakan UE mendapat surplus perdagangan sebanyak $151 miliar atau sekitar Rp22 triliun pada 2017. “Mereka bisa mengirim mobil Mercedes mereka dan kita tidak bisa mengirim produk mobil kita ke sana,” kata Trump.

    Menurut media Independent, jumlah surplus itu sebenarnya hanya mencapai US$101 miliar atau sekitar Rp1500 triliun. Itupun jika Trump memasukkan biaya servis dalam kalkulasi, yang tidak dia lakukan.

    Seperti dilansir media ini, Uni Eropa juga telah mengenakan tarif balasan 25 persen atas impor sekitar 180 jenis produk AS seperti motor Harley Davidson, miras bourbon, blue jeans dan produk pertanian, senilai US$3 miliar atau sekitar Rp43 triliun atas kenaikan tarif impor baja dan alumunium oleh AS pada pertengahan Juni 2018.

    Perang dagang AS dan Eropa ini membuat salah satu perusahaan ikon AS yaitu Harley Davidson mengumumkan akan memindahkan salah satu pabriknya ke luar negeri untuk menghindari perang tarif ini. Thailand disebut-sebut sebagai lokasi pabrik baru ini. Manajemen beralasan perang tarif impor AS dan UE ini membuat harga jual motor perusahaan menjadi naik drastis. Manajemen memperkirakan biaya tambahan pertahun mencapai US$60—100 juta atau sekitar Rp860 – 1,4 triliun.

    Soal ini, Trump mengecam keputusan manajemen Harley Davidson. “Setiap orang yang pernah membeli Harley Davidson mencoblos Trump (pada pilpres 2016). Mereka tidak senang mendengar berita itu. Harley akan terkena akibat besar karena keputusan ini.”

    Soal ini, manufaktur mobil asal AS yaitu General Motor meminta pemerintah AS mempertimbangkan rencana pengenaan tarif impor mobil itu. “Penambahan tarif impor mobil dapat membuat GM menjadi lebih kecil, mengurangi kehadirannya di domestik dan luar negeri,” kata manajemen dalam pernyataan kepada pemerintah pada akhir Juni 2018. Ini karena GM mengimpor onderdil mobil selain juga mengimpor mobil untuk dijual di dalam AS. “Dampak tarif ini akan terada oleh konsumen.”

    Sekitar 57 persen onderdil mobil GM seri Chevy Traverse, Buick Enclave, dan GMC Acadia diimpor dari AS atau Kanada. Seumlah mobil GM juga dibuat di luar negeri seperti Buick Envision di Cina, Buick Encore di Korea Selatan, dan Chevy Trax di Korea Selatan dan Meksiko. Mobil-mobil ini akan terkena tarif impor yang naik oleh Trump tadi jika masuk ke AS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Haringga Sirla, Korban Ketujuh Ricuh Suporter Persib dan Pesija

    Haringga Sirla menjadi korban ketujuh dari perseteruan suporter Persib versus Persija sepanjang 2012 sampai 2018.