Arab Saudi Bebaskan Taipan Ethiopia, Setelah Dituduh Korupsi

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mohammed Hussein Al-Amoudi [Capital/Facebook]

    Mohammed Hussein Al-Amoudi [Capital/Facebook]

    TEMPO.CO, Jakarta - Arab Saudi akan segera membebaskan Mohammed Hussein Al Amoudi, miliader Ethiopia kelahiran Saudi, yang ditahan pada November 2017 setelah dituding terlibat korupsi.

    Keterangan tersebut disampaikan Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed kepada media, Sabtu, 19 Mei 2018, usai mengunjungi Arab Saudi dua hari dan bertemu dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

    Baca: Arab Saudi Menahan 7 Aktivis Hak Asasi Perempuan

    Abiy Ahmed. [Al Jazeera]

    Al Moudi, putra dari seorang ayah asal Arab Saudi dan ibu Ethiopia, memiliki bisnis di bidang konstruksi, pertanian dan tambang di negara Tanduk Afrika. Dia di antara 11 pangeran, empat menteri dan pengusaha top lainnya yang ditahan oleh lembaga antikorupsi Arab Saudi pada November 2017.

    "Penahanan salah satu warga Ethiopia adalah penahanan terhadap seluruh warga Ethiopia," kata Abiy kepada media di Ibu Kota Addis Ababa sebagaimana dikutip Middle East Monitor, Ahad, 20 Mei 2018. Dia melanjutkan, "Kami telah menyampaikan permohonan. Kami yakin dia akan dibebaskan sesegera mungkin."Massa antipemerintah berunjuk rasa di kawasan Oromia Ethiopia yang dimulai pada 2015. [File: Tiksa Negeri/Reuters]

    Sebelumnya, Arab Saudi membebaskan 1.000 tahanan warga negara Ethiopia yang dibui di negara Teluk tersebut menyusul berbagai pelanggaran hukum.

    Baca: Arab Saudi Bebaskan 1.000 Tahanan Ethiopia

    Pembebasan tersebut, menurut laporan lembaga siaran Fana Broadcasting Corporation, menyusul permintaan Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed yang berada di Riyadh untuk kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi selama dua hari yang berakhir pada Sabtu, 19 Mei 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.