Arab Saudi Menahan 7 Aktivis Hak Asasi Perempuan

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wanita Arab Saudi, Wadiha Al Dar (kiri) membantu Rana Al Shammaai saat berlatih mengangkat beban di dalam dalam sebuah gym atau pusat kebugaran di Qatif, Arab Saudi, 21 April 2018. Izin diperbolehkan gym untuk wanita Arab Saudi telah ditunggu-tunggu sejak lama, karena selama ini Gym yang boleh diakses perempuan Arab Saudi yang tujuan utama mereka bukan tempat berolahraga, tetapi sebagai spa atau operasi ritel. REUTERS/Hamad I

    Wanita Arab Saudi, Wadiha Al Dar (kiri) membantu Rana Al Shammaai saat berlatih mengangkat beban di dalam dalam sebuah gym atau pusat kebugaran di Qatif, Arab Saudi, 21 April 2018. Izin diperbolehkan gym untuk wanita Arab Saudi telah ditunggu-tunggu sejak lama, karena selama ini Gym yang boleh diakses perempuan Arab Saudi yang tujuan utama mereka bukan tempat berolahraga, tetapi sebagai spa atau operasi ritel. REUTERS/Hamad I

    TEMPO.CO, Jakarta - Arab Saudi menahan tujuh aktivis hak asasi perempuan dalam beberapa hari ini. Keterangan tersebut disampaikan oleh Human Rights Watch (HRW) dan Gulf Centre for Human Rights seperti dikutip Al Jazeera, Sabtu, 19 Mei 2018.

    Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Sabtu, HWR organisasi berbasis di Amerika Serikat, mengatakan, otoritas Arab Saudi menahan tujuh pembela hak-hak perempuan sejak 15 Mei 2018.

    Baca: Arab Saudi Izinkan Perempuan Berpraktik Notaris

    Wanita Arab Saudi, Rehab Al Mahasnha beraktivitas di dalam sebuah gym atau pusat kebugaran di Qatif, Arab Saudi, 21 April 2018. Selama ini wanita Arab Saudi tidak bisa dengan bebas berolahraga, bahkan tidak ada fasilitas olahraga umum bagi perempuan karena banyak ulama Muslim konservatif menganggap olahraga untuk perempuan adalah sesuatu yang tidak sopan. REUTERS/Hamad I Mohammed

    Menurut keterangan lembaga ini, mereka sudah lama meminta kepada otoritas Saudi mengakhiri pelarangan perempuan Arab Saudi menyetir mobil sendiri dan pencabutan hak pewalian.

    "Kampanye reformasi yang digelorakan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman telah menimbulkan ketakutan bagi kaum reformis asli Arab Saudi yang kerap melakukan pembelaan terbuka bagi hak-hak pemberdayaan kaum perempuan," ujar Direktur HRW Timur Tengah, Sarah Leah Whitson, melalui sebuah pernyataan.

    "Pesannya jelas, setiap orang yang meragukan agenda Putra Mahkota bakal berhadapan dengan terali besi."Sejumlah wanita Arab Saudi melakukan lari bersama dalam perayaan Hari Perempuan Internasional di Jeddah Lama, Arab Saudi, 8 Maret 2018. Sejak Mohammed bin Salman ditetapkan sebagai Putra Mahkota, beliau membuat banyak kemajuan bagi perempuan Arab Saudi, di antara perempuan diizinkan menyaksikan laga sepak bola di stadion, ikut lomba lari marathon, panjat tebing, mengendarai mobil dan berbisnis tanpa harus izin muhrimnya. REUTERS/Faisal Al Nasser

    Di antara aktivis yang ditahan oleh otoritas Arab Saudi antara lain Eman al-Nafjan, seorang blogger Saudi, dan Lujain al-Hathloul, aktivis hak asasi perempuan yang sebelumnya mendakan dalam tahanan selama 75 hari.

    Baca: Mizna Al Nassar, Juara Lari Marathon Perempuan Arab Saudi

    Arab Saudi mengizinkan kaum perempuan mengendarai mobil sendiri untuk pertama kalinya pada 24 Juni 2017, sesuai dengan hukum Islam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.