Selasa, 13 November 2018

Netanyahu Bilang Ini Soal Status Yerusalem sebagai Ibukota Israel

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • President Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di White House di Washington, 15 Februari 2017. AP Photo

    President Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di White House di Washington, 15 Februari 2017. AP Photo

    TEMPO.CO, Tel Aviv - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan identitas nasional dan sejarah Israel mendapat pengakuan terkait rencana Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Netanyahu mengatakan ini dalam rekaman video yang disiarkan lewat akun Facebook miliknya pada Rabu, 6 Desember 2017.

    Netanyahu, seperti dilansir Haaretz, Rabu, 6 Desember 2017, mengatakan ini menjelang pengumuman oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai status Kota Yerusalem sebagai ibukota Israel pada Rabu waktu AS.

    Baca: Ini Ancaman Turki Jika AS Akui Yerusalem sebagai ibukota Israel

     

    Sebelumnya pada Rabu pagi, Netanyahu terlihat menghindari untuk menanggapi rencana pengumuman oleh Trump dalam pernyataan publik pertamanya sejak adanya konfirmasi dari Gedung Putih soal ini. Saat itu, Netanyahu mengatakan ada ancaman Iran di wilayah itu.

    Baca: Yordania Desak Amerika Serikat Tak Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

    Dalam sebuah pidato di sebuah konferensi yang digelar media Jerusalem Post, Netanyahu memperingatkan adanya bahaya Iran, yang menurutnya bakal menaklukkan Timur Tengah. Dia juga mengatakan Israel tidak akan membiarkan Iran memiliki basis yang kuat di Suriah. "Kami mengatakan apa yang kami maksudkan dan serius dengan apa yang kami nyatakan," kata dia.

    Netanyahu meminta semua negara untuk menekan Iran namun pada saat yang sama mendukung bangsa Iran. Netanyahu bakal menanggapi pidato Trump soal status Yerusalem sebagai ibukota Israel dan mulai memindahkan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke sana.

    Pada Selasa lalu, para menteri Israel diminta tidak berkomentar soal rencana pemindahan kedubes AS ke Yerusalem. Ini menunggu putusan final dari Trump apakah dia akan meneken dokumen perpanjangan kedubes di Tel Aviv atau langsung memindahkan ke Yerusalem.

    Namun, Menteri Pendidikan Naftali Bennett, yang menghadiri konferensi yang sama, mengeluarkan pernyataan meminta semua negara mengikuti langkah Trump dan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?