Kazakhstan Mereformasi Konstitusi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia Askhat T. Orazbay. (Tempo/Natalia Santi)

    Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia Askhat T. Orazbay. (Tempo/Natalia Santi)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kazakhstan lebih luas dari Indonesia, namun penduduknya tidak sampai sepersepuluh dari jumlah penduduk Indonesia. Negeri itu termasuk salah satu negara pecahan Uni Soviet yang sukses.   Morat marit saat merdeka 16 November 1991,  kini pendapatan domestik bruto Kazakhstan jauh melampaui Malaysia.

    Dalam usia yang relatif muda 25 tahun, hubungan Kazakhstan dan Indonesia baru terjalin pada 1993.  Sedangkan Kedutaan Besar Kazakhstan di Jakarta pun baru diresmikan pada 2012.

    Duta Besar pertama Kazakhstan untuk Indonesia, Askhat Orazbay, mengakui negaranya tidak banyak diketahui warga bahkan pejabat Indonesia.  Negaranya yang relatif stabil dan tidak memiliki konflik, juga jarang menjadi pemberitaan media internasional.

    Karena itulah,  dia berusaha memperkenalkan perkembangan di negaranya.  Salah satunya adalah  keputusan Presiden Nursultan Nazarbayev untuk mereformasi konstitusi demi melepaskan 40 fungsi yang selama ini diembannya.

    “Ini kejadian yang mungkin sangat jarang terjadi di dunia, di mana biasanya kepala pemerintahan atau kepala negara cenderung ingin berkuasa,” kata Orazbay dalam brifing kepada media, Kamis, 2 Februari 2017.

    Presiden Nazarbayev mengungkapkan usulan reformasi konstitusi tersebut dalam pidato yang ditayangkan di televisi secara nasional 25 Januari 2017 lalu. Perubahan tersebut diharapkan bakal meningkatkan peran kabinet dan parlemen.

    Kabinet bakal mendapat kekuasaan untuk mengelola proyek dan program sosial ekonomi yang sebelumnya berada di tangan presiden.  Adapun parlemen akan diberi kekuasaan untuk menegosiasikan struktur pemerintahan dengan presiden. “Kendali parlemen terhadap pemerintahan juga ditingkatkan dengan menyederhanakan pemungutan suara mosi tidak percaya terhadap kabinet,” kata Orazbay.

    Saat ini usulan tersebut sedang dibahas di kalangan masyarakat. Rakyat Kazakhtan diberi waktu satu bulan untuk memberikan usulan, sebelum akhirnya rancangan amendemen diajukan ke parlemen. Diharapkan prosesnya bakal tuntas pada Maret mendatang.

    Sekadar informasi, luas Kazakhstan mencapai 2,7 juta kilometer persegi, menempatkan negeri itu sebagai negara terluas kesembilan di dunia.  Bandingkan dengan luas  Indonesia 1,9 juta kilometer persegi.  Dengan luas wilayah seperti itu, jumlah penduduk Kazakhstan hanya 18,3 juta.

    Kazakhstan juga terkenal karena berhasil memindahkan ibukota dari Almaty ke Astana. Negeri itu juga sempat disebut-sebut dalam sepekan terakhir karena menjadi tuan rumah perundingan damai Suriah, yang disponsori Rusia, Turki dan Iran. Kazakhstan juga bakal menggelar perhelatan dunia, International Expo 2017 mulai 10 Juni hingga 10 September mendatang.

    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.