Blair: Cabut Embargo Ekonomi Palestina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, London: Perdana Menteri Inggris Tony Blair mendesak Amerika Serikat dan Uni Eropa mencabut sanksi ekonomi atas Palestina. Soalnya, negara itu sudah sepakat membubarkan kabinet yang didominasi gerakan perlawanan Hamas dan membentuk pemerintah persatuan nasional."Pengumuman kemarin (Senin lalu) tentang pemerintah persatuan nasional di Palestina pas seperti apa yang saya harapkan," kata Blair sekembali dari lawatan tiga hari ke kawasan Timur Tengah, termasuk Palestina, Rabu (13/9) kemarin. "Sesuai dengan yang diminta Kuartet (Timur Tengah)."Kuartet Timur Tengah--Amerika Serikat, Rusia, PBB, dan Uni Eropa--meminta tiga syarat supaya embargo ekonomi dihapus: Hamas menyetop kekerasan, mengakui Israel sebagai negara, dan kembali ke perjanjian damai yang diteken pemimpin Palestina sebelumnya.Presiden Palestina Mahmud Abbas dan Perdana Menteri Ismail Haniyah, Senin lalu, sepakat membentuk pemerintah persatuan nasional. Haniyah, yang tetap dipertahankan menduduki kursi perdana menteri, diberi waktu lima minggu membentuk susunan kabinet baru.Menurut Abbas, mereka berdua sudah merampungkan program politik dari kabinet baru. Agenda ini mengacu pada dokumen rekonsiliasi nasional, yang sudah disetujui hampir semua faksi pada 27 Juni lalu, antara lain secara mutlak mengakui keberadaan Israel sebagai negara. AFP |SS KURNIAWAN

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.