Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Mesir Sambut Rekonsiliasi Hamas-Fatah di Palestina

image-gnews
Anak-anak sekolah Palestina menghadiri sebuah pelajaran di dalam tenda setelah tentara Israel menyita kafilah yang digunakan sebagai ruang kelas sekolah, karena tidak adanya izin pembangunan yang dikeluarkan Israel, di desa Tepi Barat Jubbet Al Dhib, dekat Betlehem, 24 Agustus 2017. REUTERS
Anak-anak sekolah Palestina menghadiri sebuah pelajaran di dalam tenda setelah tentara Israel menyita kafilah yang digunakan sebagai ruang kelas sekolah, karena tidak adanya izin pembangunan yang dikeluarkan Israel, di desa Tepi Barat Jubbet Al Dhib, dekat Betlehem, 24 Agustus 2017. REUTERS
Iklan

EMPO.CO, Jakarta -Pemerintah Mesir menyambut baik rekonsiliasi kelompok pejuang Palestina Hamas dan gerakan Fatah pimpinan Presiden Mahmoud Abbas untuk membangun persatuan Palestina.

"Mesir menyambut baik posisi gerakan Fatah dan Hamas ... sebagai tanggapan atas usaha Mesir ... menuju persatuan utuh Palestina dan mengakhiri perpecahan," demikian pernyataan otoritas Mesir yang disiarkan kantor berita MENA pada Minggu, 17 September 2017.

Baca: Hamas - Fatah Berdamai, Palestina Menuju Satu Pemerintahan

Fatah, yang mengendalikan Otoritas Palestina di Tepi Barat dan kelompok Hamas yang merebut kendali atas Jalur Gaza dalam sebuah perang saudara pada tahun 2007, telah mengobarkan konflik selama lebih dari satu dekade. Berbagai upaya damai selama ini kandas dan tidak menemukan titik temu.

Upaya berulang sejak 2011 untuk menyelesaikan perselisihan antara kedua gerakan tersebut dan membentuk satu kesatuan pemerintahan di Gaza dan Tepi Barat tidak menghasilkan apa-apa.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pada tahun 2014, Hamas dan Fatah setuju untuk membentuk sebuah pemerintah rekonsiliasi nasional, namun Hamas terus menguasai Jalur Gaza.

Baca: Hamas Akui Palestina Sesuai Perbatasan 1967 Tapi Tak Akui Israel

Namun pada Mingggu, 17 September 2017, Hamas mengumumkan pihaknya telah membubarkan komite administratif yang menjalankan pemerintahan di Gaza.  Hamas  juga telah sepakat untuk menyelenggarakan pemilihan umum guna mengakhiri perpecahan selama satu dekade ini.

Pernyataan Hamas untuk setuju rekonsiliasi dengan Fatah setelah melakukan pembicaraan dengan pejabat Mesir di Kairo pekan lalu. Fatah  menyambut baik keputusan Hamas untuk membangun satu pemerintahan di Palestina.

AHRAM|THE ATANTIC|YON DEMA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Protes Pidato Netanyahu, 400 Demonstran Yahudi Kepung Kongres AS

2 jam lalu

Pengunjuk rasa anti-pemerintah di Bandara Internasional Ben Gurion berdemonstrasi menentang keberangkatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke AS, di mana ia dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Joe Biden dan berpidato di depan Kongres, di tengah konflik Israel-Hamas yang sedang berlangsung, di Lod, Israel, Juli  21, 2024. REUTERS/Ricardo Moraes
Protes Pidato Netanyahu, 400 Demonstran Yahudi Kepung Kongres AS

400 demonstran Yahudi berkumpul dan menolak meninggalkan gedung Kongres AS memprotes rencana pidato PM Israel Benjamin Netanyahu di Kongres AS


Unifikasi Faksi-faksi: Palestina Senang, Israel Meradang

7 jam lalu

Mahmoud al-Aloul, Wakil Ketua Komite Sentral organisasi Palestina dan partai politik Fatah, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi, dan Mussa Abu Marzuk, anggota senior gerakan Islam Palestina Hamas, menghadiri acara di Wisma Negara Diaoyutai di Beijing pada  23 Juli 2024. PEDRO PARDO/Pool via REUTERS
Unifikasi Faksi-faksi: Palestina Senang, Israel Meradang

Faksi-faksi Palestina sepakat bersatu dan membentuk pemerintahan persatuan nasional disambut dengan pujian dari Palestina dan tentangan dari Israel.


Israel Berang karena Hamas Dimasukkan dalam Pemerintahan Gaza Pascaperang,

12 jam lalu

Pejabat Fatah dan Hamas menunggu pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan perwakilan kelompok dan gerakan Palestina sebagai bagian dari pembicaraan intra-Palestina di Moskow pada 12 Februari 2019. [Pavel Golovkin/Pool via Reuters]
Israel Berang karena Hamas Dimasukkan dalam Pemerintahan Gaza Pascaperang,

Israel mengecam kesepakatan yang ditengahi oleh Cina yang akan membawa Hamas ke dalam "pemerintahan rekonsiliasi nasional" di Gaza


Hamas Punya Daftar Tentara Israel sebagai Target Balas Dendam

16 jam lalu

Tentara yang tewas di Gaza utara pada 15 Mei 2024. Baris atas, kiri ke kanan: Sersan. Ilan Cohen, Sersan. Daniel Chemu, Staf Sersan. Betzalel David Shashuah; baris bawah, kiri ke kanan: Sersan Staf. Gilad Arye Boim, Kpt. Roy Beit Yaakov. (Israel Defense Forces)
Hamas Punya Daftar Tentara Israel sebagai Target Balas Dendam

Hamas memasukkan nama dan profil lebih dari 2000 tentara Israel, dalam daftar target potensial untuk "balas dendam" atas pembunuhan "anak-anak Gaza".


Netanyahu Klaim Kesepakatan Pembebasan Sandera di Gaza Sudah Dekat

1 hari lalu

Seorang pengunjuk rasa anti-pemerintah di Bandara Internasional Ben Gurion memegang poster dengan 120 foto sandera Hamas, saat para pengunjuk rasa berdemonstrasi menentang keberangkatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke AS, di Lod, Israel, 21 Juli 2024. REUTERS/Ricardo Moraes
Netanyahu Klaim Kesepakatan Pembebasan Sandera di Gaza Sudah Dekat

Pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan kepada Reuters bahwa tidak ada yang baru dalam sikap Netanyahu.


Hamas Minta Masyarakat Dunia Ikut Intervensi Perang Gaza, Bukan Jadi Penonton

1 hari lalu

Warga Palestina melarikan diri dari bagian timur Khan Younis setelah mereka diperintahkan oleh tentara Israel untuk mengevakuasi lingkungan mereka, di tengah konflik Israel-Hamas, di Khan Younis di selatan Jalur Gaza, 22 Juli 2024. Militer Israel  memerintahkan warga Gaza untuk meninggalkan bagian timur kota Khan Younis, dengan alasan pihaknya bersiap
Hamas Minta Masyarakat Dunia Ikut Intervensi Perang Gaza, Bukan Jadi Penonton

Serangan Israel ke Gaza semakin sengit, Hamas meminta masyarakat dunia ikut intervensi, bukan hanya jadi penonton.


Hamas Fatah Damai, Sepakat Akhiri Perpecahan dalam Perundingan di Cina

1 hari lalu

Mahmoud al-Aloul, Wakil Ketua Komite Sentral organisasi Palestina dan partai politik Fatah, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi, dan Mussa Abu Marzuk, anggota senior gerakan Islam Palestina Hamas, menghadiri acara di Wisma Negara Diaoyutai di Beijing pada  23 Juli 2024. PEDRO PARDO/Pool via REUTERS
Hamas Fatah Damai, Sepakat Akhiri Perpecahan dalam Perundingan di Cina

Berbagai faksi Palestina, termasuk Hamas dan Fatah yang bersaing, sepakat untuk mengakhiri perpecahan mereka dan membentuk pemerintahan persatuan


Kementerian Luar Negeri Buka Suara soal Peluang Indonesia Jadi Mediator Israel-Palestina

1 hari lalu

Direktur Jenderal Asia Pasifik & Afrika Abdul Kadir Jailani (kanan) dan Direktur Jenderal Hukum & Perjanjian Internasional L. Amrih Jinangkung (kiri), dalam pengarahan pers di gedung Kemlu, Jakarta Pusat, Senin, 22 Juli 2024. TEMPO/Nabiila Azzahra A.
Kementerian Luar Negeri Buka Suara soal Peluang Indonesia Jadi Mediator Israel-Palestina

Menurut Kementerian Luar Negeri, Indonesia harus realistis melihat perannya dalam konflik Israel-Palestina.


Kemlu: Indonesia akan Ajak Masyarakat Internasional Tindaklanjuti Fatwa Hukum ICJ

2 hari lalu

Ahli hukum Inggris Malcom Shaw dan penasihat hukum Kementerian Luar Negeri Israel Tal Becker menyaksikan hakim di Mahkamah Internasional (ICJ) mendengarkan permintaan tindakan darurat dari Afrika Selatan, yang meminta pengadilan memerintahkan Israel menghentikan aksi militernya di Gaza dan menghentikan tindakan genosida yang dilakukan terhadap warga Palestina selama perang dengan Hamas di Gaza, di Den Haag, Belanda, 11 Januari 2024. REUTERS/Thilo Schmuelgen
Kemlu: Indonesia akan Ajak Masyarakat Internasional Tindaklanjuti Fatwa Hukum ICJ

Indonesia bakal mengajak komunitas internasional menindaklanjuti fatwa hukum ICJ tentang Israel di Palestina.


Erdogan Marah Besar Usai Dituding Israel Sediakan Senjata untuk Hamas

2 hari lalu

Presiden Turki Tayyip Erdogan berbicara saat konferensi pers dengan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis (tidak terlihat) di Istana Kepresidenan di Ankara, Turki, 13 Mei 2024. REUTERS/Umit Bektas
Erdogan Marah Besar Usai Dituding Israel Sediakan Senjata untuk Hamas

Erdogan meradang usai disebut Israel mendanai Hamas dalam perang di Gaza.