Kotak Hitam Pesawat Metrojet yang Jatuh di Sinai Ditemukan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan militer Mesir dibantu dengan tim medis memindahkan jenazah korban jatuhnya pesawat Kogalymavia di Sinai kedalam sejumlah ambulance di bandar udara Kabrit di Suez, Mesir, 31 Oktober 2015. REUTERS

    Pasukan militer Mesir dibantu dengan tim medis memindahkan jenazah korban jatuhnya pesawat Kogalymavia di Sinai kedalam sejumlah ambulance di bandar udara Kabrit di Suez, Mesir, 31 Oktober 2015. REUTERS

    TEMPO.COKairo -Tim investigasi menemukan kotak hitam atau  Black Box dari Pesawat Metrojet 9268 milik Kogalymavia Rusia yang jatuh di Sinai Utara, Mesir. Menteri Penerbangan Sipil Mesir, Mohamed Hossam Kamal mengumumkan hasil temuan mereka di Kairo, Minggu 1 November 2015.

    Dalam laporan itu, seperti dikutip Reuters, Menteri Kamal menyampaikan bahwa tim nya telah berhasil menemukan dua kotak hitam pesawat, yakni berisikan Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR).

    "Tim penyelamat dibantu otoritas keamanan Mesir pada hari ini telah menemukan dua kotak hitam yg akan sangat berguna dalam mengungkap penyebab pasti jatuhnya pesawat komersial Rusia itu," ujar Kamal.

    Seperti diketahui,  Metrojet Rusia dengan penerbangan 9268 bertolak dari Bandara Sharm el-Sheikh menuju St Petersburgh. Pesawat hilang di radar dan belakangan diketahui jatuh di Semenanjung Sinai, Sabtu pagi, pukul 5.51 waktu setempat.

    Dari manifes penumpang diketahui, ada 217 orang, 214 orang adalah warga negara Rusia, tiga orang warga negara Ukraina. Sebanyak 138 penumpang berjenis kelamin wanita, 62 pria, dan 17 anak-anak. Setidaknya ada 7 orang kru ikut di dalamnya.

    Otoritas Mesir telah memerintahkan pencarian dan evakuasi. Hingga saat ini, Mesir melaporkan telah berhasil mengevakuasi 100 jenazah dari puing-puing pesawat.
    “Kami sudah berhasil mengevakuasi 100 jenazah,” kata Mahmud al-Zinati, Kepala Otoritas Penerbangan Sipil Mesir. Seluruh jenazah diterbangkan ke Kairo.

    Menteri Mohamed Hossam Kemal menyatakan masih terlalu dini mengumumkan penyebab jatuhnya pesawat. Ia menolak spekulasi, pesawat  jatuh karena kesalahan teknis. “Semua masih dalam tahap investigasi,” kata dia.

    WDA | REUTERS

    Baca juga:

    Chelsea Jeblok, MU Mandul: Kini Arsenal & City Calon Juara!
    Dihabisi Liverpool: Inilah 3 Hal yang Bikin Mourinho Hancur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.