Senin, 18 Juni 2018

Rusia Tuntut Amerika Kembalikan Bendera yang Dicuri

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga pro-Rusia merayakan kemenangan di Lenin Square, Simferopol, Ukraina (16/3). Kembang api meledak dan bendera Rusia berkibar di atas kerumunan gembira Minggu setelah warga di Crimea secara aklamasi untuk lepas dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia. AP/Ivan Sekretarev

    Sejumlah warga pro-Rusia merayakan kemenangan di Lenin Square, Simferopol, Ukraina (16/3). Kembang api meledak dan bendera Rusia berkibar di atas kerumunan gembira Minggu setelah warga di Crimea secara aklamasi untuk lepas dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia. AP/Ivan Sekretarev

    TEMPO.CO, Jakarta - Rusia menuntut Amerika Serikat mengembalikan benderanya yang dicuri dari konsulat negara itu di San Francisco. Namun Amerika menolak tudingan bahwa bendera Rusia telah dicuri. 

    Insiden ini berawal ketika staf diplomatik Rusia meninggalkan konsulat bulan lalu setelah Washington memerintahkan Moskow untuk mengosongkan  kantor diplomatiknya sebagai rangkaian dari memburuknya hubungan diplomatik kedua negara. Sejak saat itu, pejabat Amerika mulai mengambil alih pembagian administratif gedung yang ditingalkan diplomatik Rusia.

    Baca: Rusia Akan Tuntut Amerika Terkait Perampasan Properti Diplomatik

    "Di San Francisco bendera telah dicuri dari gedung @ConsulRussiaSF. Kami meminta otoritas Amerika untuk mengembalikan simbol negara kami," kata Kedutaan Rusia di akun Twitter resminya.

    Kementerian Luar Negeri Amerika kemudian memberikan penjelasan yang berbeda.

    "Semua bendera di bekas konsulat Rusia di San Francisco disimpan dengan baik di setiap bangunan," kata pejabat di Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat.

    Seperti yang dilansir Reuters pada 11 Oktober 2017, Kedutaan Rusia dilaporkan telah mengajukan protes resmi atas insiden tersebut.

    Baca: Presiden Trump Minta Rusia Tutup 3 Konsulatnya di Amerika

    "Protes kuat telah dikirim ke pihak Amerika sehubungan dengan bendera Rusia yang diturunkan dari gedung  diplomatik kami di San Francisco, yang berada di bawah kendali otoritas AS," demikian pernyataan Kedutaan besar Rusia di Washington.

    Hubungan diplomatik antar kedua negara raksasa itu mulai memburuk setelah Amerika menuduh Rusia mencampuri pemilu presiden 2016. Sejak itu keduanya saling mengurangi staf dan kantor diplomatik di masing-masing negara.

    REUTERS|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Ini 10 Negara Teraman di Dunia. Indonesia Salah Satunya

    Lembaga survei Gallup baru saja merilis survei negara teraman di dunia. Indonesia masuk sepuluh besar.