Rusia Akan Tuntut Amerika Terkait Perampasan Properti Diplomatik

Reporter

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan preisden Rusia, Vladimir Putin, pada KTT G20 di Hamburg, Jerman, 7 Juli 2017. AP/Evan Vucci

TEMPO.CO, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan Kementerian Luar Negeri untuk menuntut pemerintah Amerika Serikat atas perampasan properti diplomatik Rusia di Amerika Serikat.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan bahwa negaranya akan mengambil tindakan hukum atas dugaan pelanggaran hak properti Rusia oleh Washington.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov melalui telepon telah memberi tahu Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson bahwa proses hukum telah dimulai.

”Ketika membahas hubungan internasional, Lavrov menunjukkan bahwa perampasan properti diplomat Rusia di tanah AS adalah pelanggaran mencolok terhadap norma-norma internasional,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Russia Today, Rabu 6 September 2017.

Baca: Senat AS Setuju RUU Pemberian Sanksi ke Rusia

Pernyataan itu menegaskan kembali perintah Putin sebelumnya di sela-sela KTT BRICS di Cina.

Putin juga mengatakan Moskow memiliki hak untuk mengurangi staf diplomatik Amerika Serikat di Moskow, menyusul layanan buruk Washington terhadap anggota diplomatik di negara tersebut.

Menurut Putin cara Amerika mengusir diplomat Rusia dan menyita properti negara itu sangat tidak beradab.

"Pengurangan fasilitas diplomatik kita adalah hak mereka. Masalahnya sekarang, ini dilakukan dengan cara yang beradab, ini tidak memberi gambaran bagus tentang AS," kata Putin.

"Sulit untuk melakukan negosiasi dengan mereka yang bingung tentang Austria dan Australia. Tidak ada yang bisa dilakukan mengenai hal ini. Mungkin itu sudah menjadi bagian dari budaya politik di AS," ujar Putin menyindir Trump.

Pada 31 Agustus lalu, Rusia diberi waktu 72 jam untuk membersihkan kantor konsulatnya di San Francisco, serta propert diplomatik di Washington DC dan New York.

Rusia mengatakan bahwa bangunan tersebut kemudian digeledah, yang merupakan pelanggaran Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik. Washington menolak akses Moskow atas kantor diplomatiknya meskipun menurut hukum internasional properti dan kepentingan diplomatik sebuah negara tidak dapat diganggu gugat.

Kisruh diplomatik kedua negara raksasa itu bermula ketika pada 2016, Presiden Barack Obama menuding ada campur tangan Rusia dalam pemilu Amerika Serikat yang mengantarkan Donald Trump ke Gedung Putih.

Sebagai bagian dari sanksi, Obama kemudian memerintahkan mengurangi staf diplomatik Moscow di Washington dan penutupan beberapa gedung konsulat. Tindakan itu kemudian dibalas Rusia dengan mengusir ratusan staf diplomatik Amerika Serikat dari negara komunis itu.

REUTERS | RUSSIA TODAY | YON DEMA | SITA






China Terbitkan Sertifikat Jet C919, Pesaing Airbus A320neo dan Boeing 737 MAX?

5 menit lalu

China Terbitkan Sertifikat Jet C919, Pesaing Airbus A320neo dan Boeing 737 MAX?

Pihak berwenang di China memberikan sertifikat pesawat jet penumpang produksi lokal C919, sekelas Airbus A320neo dan Boeing 737 MAX.


AS Buka Pintu Lebar-lebar untuk Warga Rusia yang Ingin Eksodus

23 jam lalu

AS Buka Pintu Lebar-lebar untuk Warga Rusia yang Ingin Eksodus

AS menyambut dengan tangan terbuka warga Rusia yang ingin meninggalkan negaranya.


Wapres AS Kamala Harris Mendarat di Korea Selatan, Sehari Setelah Korut Uji Coba Rudal

23 jam lalu

Wapres AS Kamala Harris Mendarat di Korea Selatan, Sehari Setelah Korut Uji Coba Rudal

Korea Utara melakukan uji coba rudal sehari sebelum Wapres Amerika Serikat Kamala Harris tiba di Korea Selatan.


Badai Ian di Florida Sebabkan Kapal Migran Kuba Tenggelam, 20 Orang Hilang

1 hari lalu

Badai Ian di Florida Sebabkan Kapal Migran Kuba Tenggelam, 20 Orang Hilang

Sebuah kapal migran dari Kuba telah tenggelam karena Badai Ian di Florida, Amerika Serikat.


Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

1 hari lalu

Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

Mike Pompeo memberikan masukan ke Amerika soal bagaimana menghadapi Cina.


Apple Hapus Aplikasi Asal Rusia di AppStore

1 hari lalu

Apple Hapus Aplikasi Asal Rusia di AppStore

AppStore milik Apple memutuskan memblokir hampir semua aplikasi yang diterbitkan Russian VK ecosystrm.


9 Negara yang Memberlakukan Bela Negara Pasca-Perang Dunia II

2 hari lalu

9 Negara yang Memberlakukan Bela Negara Pasca-Perang Dunia II

Yang teranyar adalah bela negara ala Presiden Putin, rakyat diminta terlibat dalam perang menyerang Ukraina. Perintah ini banyak ditolak warga.


Jelang Kedatangan Badai Ian, Jutaan Warga Florida Diminta Mengungsi

2 hari lalu

Jelang Kedatangan Badai Ian, Jutaan Warga Florida Diminta Mengungsi

Lebih dari 2,5 juta warga Florida berada di bawah perintah evakuasi menghadapi badai Ian yang diperkirakan mulai mendarat pada Rabu malam.


Korea Selatan Tak Mau Ikut Campur Urusan Taiwan

2 hari lalu

Korea Selatan Tak Mau Ikut Campur Urusan Taiwan

Korea Selatan tak mau mencampuri urusan Amerika Serikat yang membela Taiwan dari Cina.


Warga Rusia Ramai-ramai Hengkang Hindari Wamil

2 hari lalu

Warga Rusia Ramai-ramai Hengkang Hindari Wamil

Pemanggilan sekitar 300.000 tentara cadangan telah menyebabkan protes berkelanjutan pertama di Rusia sejak invasi ke Ukraina dimulai.