Militer Nigeria Takut Hadapi Boko Haram  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota kelompok pemburu tradisional berpose di kamp Maiduguri (21/5). Sekitar 100 pemburu tradisional dari desa-desa di negara bagian Borno berkumpul di kamp  Maiduguri, untuk menawarkan diri berburu Boko Haram kepada pemerintah daerah. REUTERS/Joe Penney

    Anggota kelompok pemburu tradisional berpose di kamp Maiduguri (21/5). Sekitar 100 pemburu tradisional dari desa-desa di negara bagian Borno berkumpul di kamp Maiduguri, untuk menawarkan diri berburu Boko Haram kepada pemerintah daerah. REUTERS/Joe Penney

    TEMPO.CO, Borno - Dengan memproklamirkan terbentuknya kekhalifahan di Kota Borno, Nigeria, para ahli menyatakan dalam beberapa pekan terakhir, kelompok militan Boko Haram telah memetik keuntungan yang besar. (Baca: Ikuti ISIS, Boko Haram Dirikan kekhalifahan)

    Dilaporkan Daily Mail, Ahad, 24 Agustus 2014, para ahli menyatakan proklamasi seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya di Nigeria. Apa yang dilakukan Boko Haram menunjukkan bahwa kelompok ini semakin dekat dengan tujuannya untuk mendirikan sebuah negara Islam di sebagian wilayah Nigeria, terutama di wilayah utara.

    Meski meyakini bahwa militer Nigeria memiliki kapasitas untuk menghambat cita-cita kelompok pimpinan Abu Bakar Shekau ini, nyatanya banyak pasukan Nigeria yang menolak untuk dikerahkan ke wilayah Gwoza, Kota Borno. Pasukan Nigeria menolak jika mereka tidak dilengkapi dengan senjata yang memadai.

    Pada 13 Agustus lalu, para istri dari pasukan militer Nigeria sampai turun ke jalan di Kota Maiduguri sebagai bentuk protes untuk mencegah suami mereka melawan Boko Haram. Mereka mengklaim bahwa pasangan mereka tidak siap berhadapan dengan Boko Haram. (Baca: Para Istri Tentara Cegah Suami Serbu Boko Haram)

    Mengutip laporan New Straits Times, seorang sumber tentara yang menolak menyebutkan identitasnya menuturkan pasukan militer di barak Maiduguri hanya mengandalkan peralatan rusak. Sebaliknya Boko Haram menggunakan senjata semiotomatis, granat berpeluncur roket, dan pengangkut personel lapis baja.

    ANINGTIAS JATMIKA | DAILY MAIL | NEW STRAITS TIMES

    Berita Lainnya
    ISIS Rebut Pangkalan Militer Suriah
    Alasan Keamanan, MH70 Gagal Terbang Lagi
    Kongo Konfirmasi Dua Kematian Akibat Ebola


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.