Boko Haram Membunuh 10 Prajurit Chad di Dekat Perbatasan Nigeria

Reporter

Editor

Sapto Yunus

Militan Boko Haram memeluk rekannya setelah dilakukannya pertukaran dengan perempuan Chibok di Kumshe, Nigeria, 6 Mei 2017. Sebanyak 113 anak perempuan tersebut diyakini masih ditahan oleh Boko Haram. REUTERS/Zanah Mustapha

TEMPO.CO, JakartaPemerintah Chad menyatakan milisi Boko Haram membunuh sedikitnya 10 tentara Chad dalam serangan terhadap unit militer di provinsi Danau Chad dekat perbatasan Nigeria pada Selasa, 22 November 2022. 

Baca: Remaja Palestina Tewas dalam Bentrokan dengan Tentara Israel di Tepi Barat

Unit tersebut dikirim sebagai pendahulu untuk mendirikan pos militer di pulau Bouka-Toullorom, antara desa Ngouboua dan Kaiga, tempat Boko Haram melakukan beberapa serangan dalam beberapa tahun terakhir.

Pemberontakan Boko Haram, yang meletus di timur laut Nigeria pada 2009, telah menewaskan lebih dari 350 ribu orang dan memaksa jutaan orang meninggalkan rumah mereka.

Kelompok tersebut telah menyebar ke zona Danau Chad yang berawa di bagian barat negara itu, tempat tentara Chad, Nigeria, dan Niger telah memerangi militan Islam selama bertahun-tahun.

Terlepas dari upaya untuk memukul mundur mereka, militan Boko Haram membunuh 92 tentara Chad dan melukai 47 lainnya pada Maret 2020.

Pemerintah transisi Chad telah berjanji menggandakan jumlah tentaranya pada akhir 2022 untuk menghadapi tantangan keamanan, termasuk ancaman dari militan Islam yang terkait dengan Al Qaeda dan Negara Islam (ISIS).

Tentara negara Afrika Tengah yang luas itu juga memerangi pemberontak bersenjata di sepanjang perbatasan utaranya dengan Libya.

Pemerintahan militer transisi dibentuk setelah Presiden Idriss Deby terbunuh saat mengunjungi pasukan yang memerangi pemberontak yang berbasis di Libya pada April 2021. Putranya Mahamat Idriss Deby merebut kekuasaan setelah kematian ayahnya.

Baca: Dipecat Elon Musk, Bekas Pegawai Twitter Jadi Rebutan

REUTERS






ISIS Umumkan Pemimpinnya Abu Al-Hasan Tewas di Medan Perang

1 hari lalu

ISIS Umumkan Pemimpinnya Abu Al-Hasan Tewas di Medan Perang

Kelompok teroris ISIS mengumumkan kematian pemimpinnya yang baru, Abu al-Hasan dalam perang.


Pertama Kali sejak 2014, Australia Menurunkan Tingkat Ancaman Teror

5 hari lalu

Pertama Kali sejak 2014, Australia Menurunkan Tingkat Ancaman Teror

Menurut Organisasi Intelijen Keamanan Australia, faktor-faktor yang mendorong tingkat ancaman tak lagi ada atau cuma bertahan di tingkat lebih rendah.


Amerika Menuding Serangan Turki ke Suriah Membahayakan Pasukannya

8 hari lalu

Amerika Menuding Serangan Turki ke Suriah Membahayakan Pasukannya

Amerika menyatakan serangan Turki ke milisi Kurdi di Suriah dan Irak mengancam upaya Amerika dan sekutunya untuk mengalahkan ISIS.


Kelompok Bersenjata Nigeria Kembali Menculik 60 Orang

8 hari lalu

Kelompok Bersenjata Nigeria Kembali Menculik 60 Orang

Orang-orang bersenjata tersebar luas di barat laut Nigeria. Mereka merampok atau menculik untuk mendapatkan uang tebusan.


Yunani Selamatkan Ratusan Migran, Berdesakan dalam Kapal Kecil

10 hari lalu

Yunani Selamatkan Ratusan Migran, Berdesakan dalam Kapal Kecil

Yunani menyelamatkan ratusan migran setelah kapal penangkap ikan yang mereka tumpangi mengeluarkan sinyal marabahaya di lepas pulau Kreta


Profil Bukayo Saka, Bintang Timnas Inggris saat Kalahkan Iran 6-2

11 hari lalu

Profil Bukayo Saka, Bintang Timnas Inggris saat Kalahkan Iran 6-2

Bukayo Saka menyumbang dua gol pada pertandingan pertama Grub B Piala Dunia 2022 saat melawan Iran. Berikut profil pemain muda The Three Lions ini.


Geng Bersenjata Menculik Lebih dari 100 Orang di Nigeria

11 hari lalu

Geng Bersenjata Menculik Lebih dari 100 Orang di Nigeria

Pejabat Nigeria menuduh geng bersenjata menggunakan korban penculikan sebagai tameng manusia melawan serangan udara dari militer.


Pembunuh Bloger Amerika Kabur dari Pengadilan Bangladesh

12 hari lalu

Pembunuh Bloger Amerika Kabur dari Pengadilan Bangladesh

Dua pembunuh bloger Amerika di Bangladesh yang dipidana mati kabur setelah pengendara sepeda motor menyemprotkan bahan kimia ke polisi.


Bela ISIS, Wanita Denmark Dihukum 3 Tahun

14 hari lalu

Bela ISIS, Wanita Denmark Dihukum 3 Tahun

Seorang wanita Denmark yang dievakuasi dari kamp penahanan Suriah tahun lalu, dijatuhi hukuman tiga tahun penjara oleh pengadilan karena membantu ISIS


Turki Menahan 17 Tersangka dalam Kasus Serangan Bom di Istanbul

14 hari lalu

Turki Menahan 17 Tersangka dalam Kasus Serangan Bom di Istanbul

Pengadilan Turki menahan 17 tersangka bom Istanbul dengan tuduhan antara lain menghancurkan persatuan negara dan membunuh dengan sengaja.