Pesawat AS Temukan Korban Penculikan Boko Haram  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota kelompok pemburu  tradisional berkumpul di kamp Maiduguri (21/5). Terorisme di Nigeria telah menjadi sorotan baru-baru ini sejak lebih dari 200 anak sekolah diculik oleh kelompok militan Boko Haram. REUTERS/Joe Penney

    Sejumlah anggota kelompok pemburu tradisional berkumpul di kamp Maiduguri (21/5). Terorisme di Nigeria telah menjadi sorotan baru-baru ini sejak lebih dari 200 anak sekolah diculik oleh kelompok militan Boko Haram. REUTERS/Joe Penney

    TEMPO.CO, Abuja - Pesawat mata-mata Amerika Serikat yang terbang di atas wilayah Nigeria telah memunculkan foto dari sekelompok anak perempuan di daerah terpencil yang diculik oleh Boko Haram, 6 Agustus 2014. Anak-anak perempuan itu diperkirakan diculik sejak April 2014.

    Seperti dilansir The Wall Street Journal, pesawat mata-mata Amerika Serikat yang terbang dari wilayah utara ke timur Nigeria melihat 60-70 perempuan di daerah terpencil. Sebelumnya, sekitar satu bulan yang lalu, pesawat Amerika Serikat melihat 40 perempuan di daerah lain. (Baca:Ini Tuntutan Boko Haram Agar 200 Siswa Dibebaskan)

    Intelijen Amerika Serikat mengatakan mereka tidak memiliki detail lengkap untuk memastikan apakah kelompok-kelompok perempuan tersebut merupakan bagian dari 219 anak yang diculik oleh organisasi Islam ekstrimis, Boko Haram.

    Tekanan terhadap Presiden Nigeria Goodluck Jonathan untuk menukar para tahanan yang dipenjara oleh pemerintah Nigeria dengan anak-anak yang disandera oleh Boko Haram meningkat. Boko Haram telah membunuh banyak prajurit militer Nigeria. Potensi anak-anak perempuan yang diculik akan dibunuh sangat besar apabila pemerintah Nigeria tidak memenuhi tuntutan Boko Haram.

    Sejak tahun 2009, Boko Haram telah membunuh 10 ribu orang. Kelompok ini juga telah menculik lebih dari 200 anak-anak perempuan dari sekolah mereka. Penculikan ini menyita perhatian internasional. (Baca:200 Siswi Nigeria Diculik Boko Haram)

    Dalam pertemuan konferensi tingkat tinggi (KTT) Amerika Serikat dengan negara-negara Afrika di Washington pada 4-6 Agustus 2014, Presiden Amerika Serikat Barack Obama sudah menyatakan akan membantu Nigeria dalam menghadapi kelompok Boko Haram. Nigeria menerima tawaran bantuan Amerika Serikat.

    Namun, mantan Duta Besar Amerika Serikat di Nigeria, John Campbell, mengatakan kepada Australian Federal Police (AFP) bahwa Nigeria tidak akan tertarik untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam menghadapi Boko Haram. Dana bantuan dan pengiriman intelijen Amerika Serikat ke Nigeria merupakan langkah sia-sia. Ini karena Nigeria adalah salah satu negara paling korup di dunia.

    NEWS.COM.AU | VIQIANSAH DENNIS


    Baca juga:
    Hakim MK 'Ajari' Kubu Prabowo Menulis Benar
    Prabowo Sebut Indonesia seperti Negara Fasis
    Motif Penyekapan Versi Pengacara Marshanda
    Pendukung ISIS Bantah Isu Makar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?