Bekas Komandan Militer Iran Dipancung di Suriah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara pembebasan Suriah menembakkan helikopter pasukan pemerintah di pedesaan Idlib, Suriah (16/5). Para tentara pembebasan menentang penguatan dominasi presiden Bashar Al-Assad jelang pemilu 3 juni mendatang. REUTERS/Hamid Khatib

    Tentara pembebasan Suriah menembakkan helikopter pasukan pemerintah di pedesaan Idlib, Suriah (16/5). Para tentara pembebasan menentang penguatan dominasi presiden Bashar Al-Assad jelang pemilu 3 juni mendatang. REUTERS/Hamid Khatib

    TEMPO.CO, Damaskus - Bekas perwira Korps Pengawal Revolusi Islam Iran, menurut sejumlah laporan media Iran, Kamis, 29 Mei 2014, ditemukan tewas dalam sebuah pertempuran di Suriah.

    Perwira bernama Abdullah Eskandari itu melakukan perjalanan ke Suriah untuk mempertahankan tempat suci Sayyida Zeinab di Damaskus. "Tempat itu merupakan pusat ziarah kaum Syiah," tulis situs berita Iran, Payvand.

    Sedangkan situs berita garis keras Iran, Rajanews, melaporkan bahwa Eskandari telah menjadi seorang syahid pada 26 Mei 2014. Adapun sumber-sumber di pemerintahan Iran mengatakan Eskandari tewas pada 22 Mei 2014. "Mayatnya tidak dikembalikan ke Iran."

    Beberapa situs berita di Suriah memperlihatkan foto seorang lelaki muda menenteng potongan kepala Eskandari di tangannya. Eskandari merupakan salah satu dari puluhan warga Iran yang tewas dalam perang di Suriah yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun. "Kehadiran mereka sebagian untuk mempertahankan tempat suci," tulis media Iran.

    Stasiun Radio Zamaneh yang berbasis di Belanda dalam laporannya mengatakan lebih dari 60 pejabat Korps Pengawal Revolusi Islam Iran tewas sejak konflik Suriah pecah pada 2011.

    AL-ARABIYA | CHOIRUL

    Berita Terpopuler: 
    Didit Hediprasetyo, Putra Prabowo yang Mendunia
    Kivlan Zein Ancam Adukan Komnas HAM ke Ombudsman
    Scout Willis Topless di Jalanan New York
    Cadbury Berbabi, Muslim Indonesia Diminta Waspada


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.