Interpol Tolak Tangkap Pengkritik Rusia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ronald Kenneth Noble. foto: interpol.int

    Ronald Kenneth Noble. foto: interpol.int

    TEMPO.CO, Moskow - Interpol menolak permintaan Rusia untuk menempatkan William Browder dalam daftar orang yang harus ditangkap. Browder adalah bankir investasi kelahiran Amerika Serikat yang menggelar kampanye di seluruh dunia untuk menghukum Rusia atas pelanggaran hak asasi manusia. Browder pendukung utama Undang-Undang Magnitsky, yang memberikan larangan pemberian visa dan sanksi keuangan terhadap pejabat Rusia yang dianggap telah melanggar hak asasi manusia.

    Undang-Undang Magnitsky disahkan untuk menghormati Sergei Magnitsky, seorang pengacara yang bekerja di perusahaan Browder, Hermitage Capital Fund. Magnitsky tewas di dalam tahanan di Moskow, setelah ia mengungkap kasus penipuan pajak US$ 230 juta. Bukannya mengusut dugaan itu, pemerintah Rusia malah mendakwa Magnitsky dalam kasus penipuan.

    Dalam pernyataan yang diposting di situs web-nya Jumat 24 Mei 2013 malam, Interpol mengatakan, permintaan untuk menangkap Browder bermotif politik. Keesokan harinya, Sabtu 25 Mei 2013, Browder menyebut keputusan Interpol itu sebagai penghinaan besar bagi Presiden Rusia Vladimir Putin.

    Alexei Pushkov, Kepala Urusan Internasional Parlemen Rusia, Sabtu 25 mei 2013, mengecam keputusan Interpol. "Menyatakan sebuah kasus bermotif politik tanpa melakukan penyelidikan menyeluruh menunjukkan sikap politik ketimbang sebagai lembaga penyelidik," kata dia.

    Washington Post | Abdul Manan

    Terhangat:
    Darin Mumtazah & Luthfi
    | Kisruh Kartu Jakarta Sehat | PKS Vs KPK | Vitalia Sesha

    Baca juga:
    Ini 32 Anggota DPRD DKI Interpelator Jokowi

    Lepas Empat Istrinya, Eyang Subur Tak Perlu Cerai

    Lepas Empat Istrinya, Ini Perasaan Eyang Subur

    Neymar Sudah Jadi Milik Barcelona


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.