Ratusan Ribu Oposan Marah di Selangor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pendukung pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim melambaikan bendera saat mere berkendara di jalanan setelah pemilu resmi ditutup, di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (5/5). AP/Mark Baker

    Sejumlah pendukung pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim melambaikan bendera saat mere berkendara di jalanan setelah pemilu resmi ditutup, di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (5/5). AP/Mark Baker

    TEMPO.CO, KELANA JAYA – Ratusan ribu pendukung kubu oposisi, Rabu malam ini 8 Mei 2013, berkumpul berdemonstrasi di Stadium Kelana Jaya, Selangor.  Mereka menolak hasil keputusan Komisi Pemilihan Umum Malaysia yang memenangkan koalisi Barisan Nasional dibawah pimpinan United Malays National Organisation (UMNO).

    Berdasarkan pantauan TEMPO, demonstrasi ratusan ribu massa yang bertajuk kemarahan rakyat Malaysia ini, sangat meriah. Yel dan tiupan Vuvuzela –alat tiup yang popular di ajang Piala Dunia Afrika Selatan, saling sahut membahana.

    Sementara di panggung, tokoh-tokoh oposisi saling ganti berorasi. Mereka semua berseru agar rakyat selalu menunutut perubahan yang menentang hasil pemilihan. Sebab, menurut mereka hasil pemilihan yang diumumkan oleh KPU Malaysia adalah produk tipuan belaka yang memenangkan UMNO beserta Barisan Nasional untuk tetap melanggengkan kuasa.

    Akibat sidang akbar ini, kemacetan di sekitar stadium tak terelekan. Massa yang tak tertampung di dalam stadium meluber ke pinggiran jalan. Kemacetan juga mengular hingga berkilometer jauhnya. Menyebabkan jalan tol menuju stadium Kelana Jaya seolah menjadi  area parkir massal.

    Pemilihan umum Malaysia ke 13 kali ini memang merupakan pemilihan yang terpanas dalam sejarah Malaysia. Barisan Nasional menang dengan merebut 133 kursi parlemen dari 222 yang diperebutkan. Namun, dalam perhitungan jumlah pemilih (popular vote), mereka kalah dibandingkan oposisi. “Kalian adalah pemenang sebenarnya, rakyat Malaysia, ingin berubah,” ujar Lim Kit Siang, pemimpin Partai Aksi Demokratik Malaysia.

    | Sandy  Indra Pratama | Anne Muhammad  (SELANGOR)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?