Empat Transgender Diancam Penjara Enam Bulan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bendera Malaysia. REUTERS/Bazuki Muhammad

    Bendera Malaysia. REUTERS/Bazuki Muhammad

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Pengadilan tinggi Seremban, sebelah selatan Kuala Lumpur, mengancam empat pelaku transgender dengan hukuman denda US$ 400 (Rp 3,8 juta) dan maksimal enam bulan penjara, Jumat, 31 Agustus 2012.

    Empat orang itu, Juzaili Khamis, 24; Shukor Jani, 25; Wan Wan Ismail Fairol, 27; dan Adam Shazrul Yusoff, 25. Mereka bekerja sebagai perias pengantin yang setiap hari mengenakan pakaian perempuan dan merias dirinya.

    Negeri Sembilan, salah satu negara bagian Malaysia, mengadopsi konstitusi federal tentang aturan larangan transgender. Homoseksualitas dan transgender tabu dan dianggap penyakit sosial di Malaysia. Bahkan, para pelaku sodomi dihukum 20 tahun penjara.

    Aston Paiva, pengacara keempat transgender mengatakan, seharusnya kliennya tidak dihukum. Dia merujuk konstitusi melindungi hak hidup dan tidak dihukum sebagaimana terlahir, baik ras dan jenis kelamin.

    "Mereka memiliki kelainan gender. Mereka memiliki anatomi laki-laki tetapi secara psikologis perempuan dan mereka tidak bisa mengubah ini," katanya.

    Muslim adalah mayoritas penduduk lebih dari 60 persen dari 28 juta penduduk. Mereka wajib tunduk pada hukum pidana dan hukum Islam. Tahun lalu, polisi Malaysia berhasil mengagalkan festival tahunan gay.

    Menteri Hukum, Nazri Aziz, mempertimbangkan hukuman penjara untuk muslim gay dan mereka pendukung hak-hak gay. Bahkan, Aziz mengatakan pernikahan sesama jenis akan dilarang di Malaysia. "Itu tak boleh ada di negara kita. Harus dihentikan," katanya.

    ASIAONE | EKO ARI

    Terpopuler:
    26 Ribu Orang Foto Telanjang Dukung Harry

    Ditahan karena Intip Rok Tersingkap di Kereta

    Pria dan Wanita Terpendek di Dunia Bertemu

    Seperempat Bayi Inggris Lahir dari Wanita Asing

    Malaysia Tutup 6 Kebun Binatang

    Mursi Pidato, Delegasi Suriah Walkout

    Najib Razak: Hentikan Pertengkaran dan Bekerjalah

    102 Tersangka Pembantaian Maguindanao Ditahan

    Yordania Pulangkan Pengungsi Suriah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.