Australia Ingin NATO Serahkan Keamanan Afganistan Pada 2014

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Julia Gillard. AP/Rick Rycroft

    Julia Gillard. AP/Rick Rycroft

    TEMPO Interaktif, Canberra - Perdana Menteri Australia Julia Gillard hari ini mengatakan dia akan berargumen pada sebuah KTT NATO bahwa Afganistan harus mengambil tanggungjawab atas keamanan dalam negerinya mulai akhir 2014.

    PM Gillard berbicara hal itu di depan anggota Parlemen sebelum bertolak ke Lisbon, Portugal untuk sebuah KTT NATO akhir pekan ini bahwa dia akan mengajukan pendapat untuk dua hal di Afganistan.

    "Pertama, sebuah strategi yang kredibel dan berdasarkan kondisi untuk transisi kepada Afganistan memimpin keamanannya menjelang akhir 2014," ucap PM Gillard di Canberra. "Kedua, saya akan mengajukan argumen untuk sebuah komitmen oleh komunitas internasional untuk tidak melupakan Afganistan."

    Gillard mengatakan sejumlah negara termasuk Australia tetap berkomitmen di Afghanistan, mendukung dan melatih pasukan keamanan Afghanistan, sampai dengan tahun 2020.

    Dia berbicara hal itu pada akhir debat parlemen selama tiga pekan soal Afganistan di mana mayoritas legislator berbicara cukup panas tentang komitmen militer Australia.

    Australia punya keterlibatan militer terbesar dari apapun negara di luar NATO, dengan menerjunkan sebanyak 1.550 pasukan Australia di Afganistan.

    Gillard menambahkan misi mereka akan selesai ketika mereka telah melatih sebuah batalyon Tentara Nasional Afghanistan untuk menjaga keamanan di provinsi Uruzgan. Misi pelatihan itu akan berlangsung antara dua hingga empat tahun.

    Washington Post | AP | dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.