Clinton Desak Kamboja Bersihkan Masa Lalu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hillary Rodham Clinton. AP/Evan Vucci

    Hillary Rodham Clinton. AP/Evan Vucci

    TEMPO Interaktif, Phnom Penh -Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Rodham Clinton hari ini mendesak Kamboja untuk memerangi masa lalu yang menyulitkan dengan memastikan Khmer Merah dibawa ke meja hijau atas kejahatan atas kemanusiaan pada tahun 1970-an dan meningkatkan catatan HAM saat ini.

    Di Ibukota Kamboja, Phnom Penh, dia berkunjung ke sebuah sekolah yang dulu pernah menjadi penjara rezim Khmer Merah dan pusat penyiksaan. Pemerintah Kamboja telah menolak memungkinkan sebuah pengadilan yang didukung PBB mencoba mengadili para mantan pemimpin top Khmer Merah hingga para anggota ranking di bawahnya.

    Sebagai tambahan, Clinton mengatakan dia sudah siap bekerja dengan Kamboja untuk menyelesaikan persoalan bersejarah yang lain: utang sekitar US $ 445 juta dalam era Perang Vietnam yang diakui Amerika Serikat. Washington telah menolak keras permintaan untuk memaafkan utang pemerintah Kamboja, yang mengatakan tak mampu membayar sejumlah itu.

    Clinton mengunjungi penjara terkenal S-21 di mana sebanyak 16 ribu orang disiksa oleh Khmer Merah sebelum dieksekusi karena dakwaan perilaku kontra revolusioner. Rezim ultra kiri itu dipersalahkan atas kematina sekitar 1,7 juta rakyat dari kelaparan, penyakit, kerja paksa dan eksekusi selama pemerintahan 1975-1979.

    The Straits Times | dwi a


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.