Dilma Rousseff, Presiden Perempuan Pertama Brasil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dilma Rousseff. REUTERS/Ricardo Moraes

    Dilma Rousseff. REUTERS/Ricardo Moraes

    TEMPO Interaktif, Sao Paulo-Dilma Rousseff terpilih menjadi presiden perempuan pertama Brasil. Perempuan 62 tahun ini dipastikan akan melanjutkan kebijakan mentornya, Luiz Inacio Lula da Silva.

    Dengan jumlah 93 persen suara yang telah dihitung, Rousseff memimpin 55,4 persen sedangkan lawannya Jose Serra dari Partai Sosial Demokrat memperoleh 44,6 persen. 

    Pemilihan presiden digelar untuk memilih pengganti presiden Luiz Inacio Lula da Silva yang sangat populer di Brasil. Di bawah kepemimpinan da Silva, Brasil menunjukkan kapasitas untuk bisa menjadi ekonomi terbesar kelima dunia.

    Para pengamat melihat Rousseff unggul bukan karena program kampanye atau orasinya tapi dukungan dari Presiden Luiz Incacio Lula da Silva yang sangat populer. Dia mempu membawa Brasil menjadi pemain global dan disegani. 

    "Rencana dan program Lulua memberi harapan, dan ini yang harus dipilih," kata Jose Alves dde Andrade, pengusaha berusia 49 tahun yang memilih di Sao Paulo. "Ini sangat penting dan harus berlanjut."

    Lula memang giat membantu kampanye Rousseff, yang menjadi kepala staf dan menteri energinya. Ketika dia berulang tahun ke-65 dia mengatakan kepada para pemilih bahwa ia menginginkan kemenangan Rousseff sebagai hadiahnya. 

    "Tidak ada alasan untuk tidak memilihnya. Masyarakat merasakan hal yang lebih baik," kata Terry McCoy, dosen studi Amerika Latin di University of Florida. "Inilah kesulitan yang dihadapi oleh Serra." 

    Rousseff berjanji akan melanjutkan kebijakan pendahulunya tersebut yang dinilai menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang mantap dan mengentas jutaan warga dari kemiskinan. Rousseff merupakan salah satu pembantu da Silva,pernah dipenjarakan dan disiksa selama masa kekuasaan militer pada tahun 1970-an.

    Ayah Rosseff adalah seorang imigran Bulgaria, ibunya seorang guru. Ketika sedang belajar ekonomi di universitas, dia bergabung dengan kelompok gerilya National Liberation Command yang melawan rezim militer diktator pada 1964-1985.

    LA TIMES | BBC | POERNOMO GR 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.