Bentrok di Penjara Brasil, 7 Narapidana Kepalanya Dipenggal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor kucing melintas di lorong Penjara Pusat Porto Alegre, Brasil, 30 November 2015. Human Right Watch (HRW) menyebut kondisi memperihatinkan di penjara Brasil sebagai salah satu contoh bencana bagi hak asasi manusia. AP/Felipe Dana

    Seekor kucing melintas di lorong Penjara Pusat Porto Alegre, Brasil, 30 November 2015. Human Right Watch (HRW) menyebut kondisi memperihatinkan di penjara Brasil sebagai salah satu contoh bencana bagi hak asasi manusia. AP/Felipe Dana

    TEMPO.CO, Boa Vista - Sedikitnya 25 narapidana tewas dalam bentrok antargeng di dalam penjara di sebelah utara Brasil sebagaimana diwartakan media lokal mengutip keterangan petugas kepolisian, Ahad, 16 Oktober 2016.

    Situs berita G1 dalam laporannya mengatakan, tujuh narapidana kepalanya dipenggal dan enam lainnya tewas dibakar ketika terjadi aksi tawur di penjara Boa Vista, kota di negara bagian Roraima, pada Ahad malam waktu setempat.

    "Aksi berdarah itu bermula ketika narapidana di Blok Agricola de Monte Cristo menyerbu narapidana di blok lainnya," tulis Al Jazeera, Senin, 17 Oktober 2016. Pada kekerasan tersebut, sejumlah narapidana bersenjata belati dan tongkat kayu.

    Menurut Menteri Kehakiman Brasil Uziel Castro, perkelahian antargeng penjara berlangsung saat jam kunjungan tamu. "Sekitar 100 anggota keluarga narapidana disandera," ucapnya.

    Dia menerangkan, para penyandera menyampaikan tuntutan agar hakim bersedia mendengarkan apa yang mereka inginkan. "Seluruh sandera berhasil dibebaskan dalam penyerbuan ke penjara oleh Polisi Operasi Khusus," ucap Castro.

    Penjara Boa Vista terletak di sekitar 3.400 kilometer sebelah barat daya Rio de Janeiro, negara bagian di dekat perbatasan Venezuela.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.