PLO : Kami Akan Akui Israel Sesuai Perbatasan 1967

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masjid Al-Aqsa, Yerusalem. AP/Muhammed Muheisen

    Masjid Al-Aqsa, Yerusalem. AP/Muhammed Muheisen

    TEMPO Interaktif, Yerusalem -Petinggi senior Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Yasser Abed Rabbo, hari ini mengatakan bahwa rakyat Palestina akan dengan senang hati mengakui Negara Israel dengan cara apapun yang diinginkan, jika Amerika Serikat hanya menghadirkan sebuah peta masa depan negara Palestina yang termasuk semua teritori yang dicaplok pada 1967, termasuk Yerusalem Timur.

    Menanggapi pernyataan dari Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Phillip Crowley semalam (12/10) bahwa Palestina seharusnya menanggapi tuntutan Israel, Abed Rabbo kepada Haaretz menjelaskan, “Kami ingin menerima sebuah peta Negara Israel yang Israel inginkan kepada kami untuk menerimanya. Jika peta itu berdasarkan perbatasan tahun 1967 dan tidak termasuk tanah kami, rumah kami dan Yerusalem Timur, kami bersedia untuk mengakui Israel sesuai dengan rumusan pemerintah dalam beberapa jam.”

    Abed Rabbo melanjutkan, “Penting bagi kami untuk mengetahui di mana perbatasan-perbatasan Israel dan dimana perbatasan-perbatasan Palestina. Apapun formula yang diajukan Amerika -bahwkan meminta kami untuk menyebut Isarel 'Negeri Cina'- kami akan menyetujuinya, sejauh kita menerima perbatasan 1967. Kami haus mengakui Israel di masa lalu, tapi Israel tak mengakui Negara Palestina.”

    Haaretz | dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.