PBB Harus Bantu Tangkap Jendral Kongo Buron  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah masyarakat Kongo kembali harus mengungsi setelah bentrokan yang terjadi antara pemberontak dan pasukan pemerintahan di Kongo, (06/11). Bentrokan ini terjadi untuk yang kedua kalinya setelah Sabtu lalu.  FOTO: AP Photo/Jerome Delay

    Sejumlah masyarakat Kongo kembali harus mengungsi setelah bentrokan yang terjadi antara pemberontak dan pasukan pemerintahan di Kongo, (06/11). Bentrokan ini terjadi untuk yang kedua kalinya setelah Sabtu lalu. FOTO: AP Photo/Jerome Delay

    TEMPO Interaktif, Kinshasa -Kelompok hak asasi manusia, Human Right Watch (HRW) mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa hari ini untuk membantu segera ditangkapnya tertuduh penjahat perang Bosco Ntaganda, yang pekan lalu bicara kepada Reuters dia adalah seorang komandan senior dalam operasi militer di Kongo yang didukung PBB.

    HRW juga bilang bahwa jika misi PBB menghentikan dukungan untuk operasi-operasi di timur Kongo yang dibekap konflik, maka itu akan berada di “posisi yang tidak bisa dipertahankan” untuk mendukung seorang tersangka penjahat perang yang dicari Mahmakah Kejahatan Internasional (ICC).

    Ntaganda adalah mantan pemimpin pemberontak yang diinginkan oleh ICC sejak 2006 karena merekrut dan menggunakan tentara anak-anak di bawah usia 15 tahun dan sekarang memainkan peran utama dalam tubuh tentara Kongo setelah perjanjian damai.

    "Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa harus memberikan dukungan kepada pemerintah Kongo untuk menangkap Ntaganda, seperti yang telah mereka lakukan dalam kasus lain pelanggaran hak asasi manusia dan untuk menghentikan mendukung operasi-operasi sampai hal ini (penangkapan) dilakukan," cetus Anneke Van Woudenberg dari HRW dalam sebuah pernyataan di Kinshasa.

    HRW mengutip wawancara eksklusif Reuters dengan Ntaganda yang berlokasi di timur Kongo pekan lalu, yang menyebutkan dia adalah komandan nomor dua operasi-operasi militer yang didukung PBB yang dikenal dengan nama Amani Leo yang bertujuan menyingkirkan aneka kelompok pemberontak.

    Reuters | dwi a


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.