Oposisi Australia Cemaskan Investasi Negara Luar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin oposisi Australia, Tony Abbot. AP Photo/Mark Graham

    Pemimpin oposisi Australia, Tony Abbot. AP Photo/Mark Graham

    TEMPO Interaktif, Canberra -Kubu oposisi Australia hari ini menyatakan akan berhati-hati tentang investasi oleh perusahaan-perusahaan milik negara asing jika memenangi pemilu pendahuluan pada Sabtu mendatang, seiring kredibilitas ekonomi muncul sebagai isu utama pemilih.

    Pemimpin oposisi Konservatif Tony Abbot mengatakan dia akan sangat berhati-hati soal investasi-investasi itu di perusahaan domestik, seperti Cina pada khususnya perusahaan sumber daya alam Australia.

    Cina saat ini adalah investor asing terbesar ketiga di Australia dan partner dagang terbesar. Tapi peningkatan investasi di sektor sumber daya alam oleh perusahaan milik pemerintah Cina telah menimbulkan keprihatinan di banyak kalangan pemilih dan anggota parlemen.

    “Saya akan sangat hati-hati dengan kepemilikan mayoritas aset Australia oleh perusahaan yang dikendalikan pemerintah. Dan saya tak akan mengijinkan Cina di sini,” tegas Abbot di hadapan National Press Club dalam pidato yang disiarkan secara nasional.

    “Saya percaya atas semua perusahaan diatas semuanya. Saya tidak ingin melihat nasionalisasi bisnis oleh Australia, begitu juga nasionalisasi bisnis Australia ole pemerintahan negara lain,” tukas Abbot lagi.

    Perusahaan-perusahaan pertambangan Australia telah menyuarakan alarm tentang aturan investasi oleh Kementrian Keuangan, termasuk sebuah pengambilalihan tambang batubara Felix Resources senilai 2,9 miliar dollar Australia oleh perusahaan Cina Yanzhou Coal yang selesai pada Januari lalu.

    Reuters | dwi a


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.