Berlian Berdarah Naomi Campbell

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Supermodel terkenal dan juga artis kelahiran Streatham, London, Inggris, Naomi Campbell, saat menghadiri acara   'Pride of Britain Awards' di London (6/10). Foto: AP/Matt Dunham

    Supermodel terkenal dan juga artis kelahiran Streatham, London, Inggris, Naomi Campbell, saat menghadiri acara 'Pride of Britain Awards' di London (6/10). Foto: AP/Matt Dunham

    TEMPO Interaktif, DEN HAAG -Supermodel Naomi Campbell akhirnya mengaku menerima hadiah berlian yang dijuluki 'blood diamond' itu di depan Mahkamah Kejahatan Internasional di Den Haag, Belanda, Kamis (5/8). Campbell, 40 tahun, dipanggil sebagai saksi atas kasus yang melibatkan bekas Presiden Liberia Charles Taylor. Sebelumnya berulang kali Campbell membantah.

    "Beberapa lelaki datang memberikan berlian-berlian itu pada saya," kata Campbell yang didampingi tim kuasa hukumnya, yang salah satunya adalah pengacara senior asal Inggris Sir Ken Macdonald. "Setelah makan malam," ujarnya lagi. Saat itu, Campbell mengaku sedang dijamu makan malam oleh Presiden Afrika Nelson Mandela pada 1997.

    "Saya nggak tahu apakah mereka ini utusan Presiden Taylor," kata model mahal berdarah Afrika ini. "Mereka nggak ngomong secara langsung kalau berlian ini hadiah dari Presiden Taylor." Campbell akhirnya mengaku setelah seorang bekas agennya, Carole White, dan aktris Mia Farrow mengatakan mereka tahu soal hadiah berlian itu langsung dari Campbell.

    "Campbell bilang pada saya keesokan harinya bahwa pada tengah malam selepas jamuan laki-laki itu datang mengetuk pintu kamarnya," demikian dikatakan Farrow dalam testimoninya. "Laki-laki itu memberinya sebuah berlian berukuran besar yang belum diasah." Farrow dan White pun akhirnya diminta bersaksi di persidangan.

    Adapun Taylor menolah dakwaan pengadilan bahwa ia mempersenjatai kelompok pemberontak Sierra Leone, Fron Revolusi Bersatu (RUF). Dia juga menampik telah menukar berlian-berlian itu dengan senjata semasa perang sipil di Afrika Barat. "Saya tidak pernah menukar berlian dengan senjata," kata Taylor, 62 tahun.

    Kelompok pemberontak ini dikenal brutal karena kerap memotong tangan dan kaki warga sipil selama perang saudara 1991-2001. Alhasil, berlian-berlian ini dinamai 'berlian berdarah' karena ditambang di kawasan yang dikuasai oleh pemberontak. Berlian-berlian ini disebut-sebut dipakai untuk mendanai aksi kekerasan dalam konflik di Sierra Leone dan Liberia ini.



    | AP | GUARDIAN | ANDREE PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.