Obama Ingin Israel-Palestina Berunding

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbincang dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Gedung Putih, 6 Juli 2010. (AP)

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbincang dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Gedung Putih, 6 Juli 2010. (AP)

    TEMPO Interaktif, WASHINGTON, DC -Presiden Amerika Serikat Barack Obama menegaskan bahwa dia ingin melihat pembicaraan damai Timur Tengah digelar pada akhir September 2010, sebelum pembekuan pembangunan permukiman Israel berakhir. Hal itu dikatakan Presiden Obama selepas bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, Rabu (7/7).

    "Saya berkeyakinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan mengambil risiko untuk perdamaian," ujar Obama, seraya mengatakan bahwa September merupakan waktu yang tepat bagi kedua belah pihak untuk berunding secara langsung. Obama juga memuji langkah pemerintahan Netanyahu yang melonggarkan blokade militer atas Gaza.

    Palestina selama ini menolak berunding dengan Israel lantaran Negeri Yahudi itu emoh menghentikan pembangunan kompleks-kompleks pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur yang merupakan cikal bakal ibu kota negara Palestina. Bahkan rencana pembangunan 1.600 pemukiman baru itu diumumkan tatkala Wakil Presiden Amerika Joe Biden sedang di Israel.

    Tak pelak aksi itu dikecam para pejabat Amerika Serikat karena dianggap mencoreng muka pemerintah Amerika Serikat yang sedang giat-giatnya mengkampanyekan perdamaian di Timur Tengah. Alhasil ketika Perdana Menteri Netanyahu melawat ke Washington pada Maret lalu Obama pun tak mengajak tamunya berfoto bersama.

    Adapun Perdana Menteri Netanyahu mengatakan sasaran utama kunjungannya adalah mengusahakan dukungan Amerika Serikat untuk pembukaan pembicaraan perdamaian langsung dengan Palestina. Netanyahu sendiri mendapat tekanan dari kelompok pro-pemukim Yahudi di dalam negeri.

    Kelompok itu mendesak agar Tel Aviv tak tunduk pada permintaan Washington. Mereka mendesak pemerintahan Netanyahu untuk tidak memperpanjang pembekuan pembekuan sebagian pembangunan permukiman di Tepi Barat, yang sebagian besar penduduknya merupakan orang Arab.

    JPOST | FOXNEWS | ANDREE PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.