PBB Akan Bentuk Komite Investigasi Mavi Marmara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal Mavi Marmara membawa aktivis pro-Palestina dan bantuan kemanusiaan ke Gaza. REUTERS/Emrah Dalkaya

    Kapal Mavi Marmara membawa aktivis pro-Palestina dan bantuan kemanusiaan ke Gaza. REUTERS/Emrah Dalkaya

    TEMPO Interaktif, New York - Walau pemerintah israel telah membentuk komite investigasi kasus Mavi Marmara, Perserikatan Bangsa-Bangsa tetap akan mengambil langkah serupa.

    Menurut sejumlah sumber di lembaga itu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon telah mengadakan pembahas mengenai rencana itu dengan lima anggota tetap Dewan Keamanan, yakni Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Prancis, dan Cina.

    Rencana PBB itu sesuai dengan tuntutan masyarakat internasional. Mereka mengecam serangan pasukan komando negara Zionis itu terhadap kapal bantuan kemanusiaan Mavi Marmara yang berbendera Turki. Insiden Senin dua pekan lalu itu menewaskan 19 orang dan mencederai 36 lainnya.

    Perdana Menteri Turki menegaskan tim penyelidikan bentukan Israel itu tidak dapat dipercaya. “Kami percaya, Israel satu negara yang menyerang sebuah konvoi sipil di perairan internasional, tidak akan melakukan investigasi secara jujur,” katanya.

    Haaretz/Faisal Assegaf




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.